Malang. Rabu, 30 September 2015. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang menyelenggarakan Seminar Sehari Pembekalan Alumni dengan Tema Membangun Keunggulan Kompetitif Lulusan Dalam Memasuki Asean Economic Community. Bertempat di Ruang Seminar (Hall) Lantai 7 Gedung B Universitas Islam Malang ini di hadiri 300 peserta seminar. Seminar ini diselenggarakan oleh FE Unisma dalam rangka memberikan pembekalan dan wawasan kepada calon wisudawan sebagai bagian dari sumberdaya manusia Indonesia yang harus siap dan mampu bersaing di kancah internasional, utamanya meningkatkan kualitas daya saing di era persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Indonesia sebagai salah satu negara yang terwadahi dalam MEA menghadapi tantangan yang berat diantaranya, lemahnya daya saing kualitas sumber daya manusia (SDM). Laporan The Global Competitiveness Index 2012-2013, Indonesia menempati posisi ke-50 dari 144 negara di dunia dengan skor 4,4, atau turun 4 level dari tahun lalu yang berada di posisi 46.Sedangkan indeks pembangunan manusia Indonesia di tahun 2013 Indonesia menempati urutan ke-108, sementara negara tetangga seperti Singapura (18), Malaysia (64), dan Brunei (30). Bahkan Indonesia masih kalah dari Filipina yang berada di urutan 114.
Kondisi tersebut menyebabkan FE Unisma sebagai salah satu pendidikan tinggi yang menghasilkan insan terdidik merasa peduli dan selalu mengorientasikan diri pada peningkatan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) sehingga bisa melahirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, terus melakukan pengembangan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.Salah satu profesi yang bisa dibidik oleh lulusan FE Unisma adalah profesi di bursa saham maupun bursa berjangka.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Nur Diana SE, MSi dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan Seminar pembekalan ini merupakan kegiatan akhir dalam rangkaian kegiatan kelulusan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisma dimana dalam kegiatan ini lulusan FE Unisma sebagai bagian SDM Indonesia Harus siap menghadapi persaingan kerja di tingkat regional ( AEC) dan tingkat Internasional.
Untuk itu perlu membuka wawasan mereka agar mereka bisa mempersiapkan diri saat menghadapi persaingan. Lebih lanjut Bu Diana demikian nama sapaan sehari-harinya menyatakan bahwa selain membawa bekal ijasah S-1 maka sebagai konsekwensi lulusan pada level 6 maka lulusan FE juga telah memiliki surat keterangan pendamping ijasah sebagai keterangan bahwa mereka telah mengikuti sertifikasi dari berbagai aktivitas baik aktivitas terkait komptensi hard skill maupun soft skill.
Seminar ini menghadirkan narasumber Bapak Roy Pudyo Febrianto seorang praktisi keuangan dan hedger( FMX International Investment) memaparkan dalam seminar tersebut bahwa dalam memasuki MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) profesi pialang maupun brokerage di bursa saham dan bursa berjangla ( Futures) ditentukan oleh sejumlah indikator diantaranya pelayanan investor, transparansi perdangan bursa, penegakan hukum peraturan perdagangan,jaminan keamanan investasi dan perdagangan,banyaknya emiten maupun komoditas yang diperdagangkan di Bursa, penegakan peraturan terhadap pelanggaran etika dan profesi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta edukasi dan informasi yang benar dalam industri tersebut.




