[:id]Festival Maulid Nabi Jadi Ajang Kolaborasi Intelektual Mahasiswa FAI Unisma dan Siswa MAN 2 Kota Malang[:en]The Prophet Muhammad’s Birthday Festival Becomes a Platform for Intellectual Collaboration between Universitas Islam Malang FAI Students and MAN 2 Kota Malang Students[:]

[:id]

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di MAN 2 Kota Malang berlangsung meriah. Tidak hanya diisi dengan rangkaian keagamaan, acara ini juga dirangkai dengan kompetisi ilmiah bertajuk Islamic Smart Challenge (ISC) 2025. Ajang cerdas cermat akademik tersebut menjadi wujud kolaborasi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (FAI Unisma) dengan siswa MAN 2 Kota Malang, yang memadukan nilai religius dan kecerdasan intelektual dalam satu momentum.

 

ISC 2025 diselenggarakan oleh mahasiswa PPLK Unisma sebagai program kerja kolaboratif bersama MAN 2 Kota Malang. Kompetisi ini menghadirkan 32 kelompok siswa dari kelas X dan XI, masing-masing beranggotakan dua orang. Mereka bersaing menjawab soal akademik dan keislaman dengan materi seputar perhitungan zakat, faraidh, serta adad ma’dud.

 

Ketua panitia, Rafi Alhakim, menjelaskan bahwa tujuan utama ISC tidak hanya sekadar adu kecepatan berhitung, melainkan juga menumbuhkan semangat berkompetisi dan berpikir kritis.

 

“Melalui ISC, kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menantang sekaligus menyenangkan. Siswa tidak hanya diuji kecerdasannya, tetapi juga ketelitian, kerja sama tim, dan kedisiplinan,” ujarnya.

 

Kompetisi ISC dibagi menjadi dua babak. Babak eliminasi berisi 30 soal pilihan ganda yang harus dikerjakan dalam waktu 20 menit. Dari tahap ini, lima tim terbaik berhak melaju ke babak final.

 

Di babak puncak, peserta menghadapi tiga sesi menegangkan: soal wajib yang harus dijawab setiap kelompok, soal lempar jawaban, serta adu cepat menggunakan bel. Format ini membuat suasana kompetisi semakin seru sekaligus menantang.

 

Salah satu guru pendamping menilai, format lomba ini melatih mental sekaligus kecerdasan siswa. “Sesi adu cepat menjadi bagian paling menantang. Selain pengetahuan, konsentrasi dan keberanian mengambil keputusan juga sangat berperan dalam lomba ini,” jelasnya.

 

Acara berlangsung di Aula Lantai 2 MAN 2 Kota Malang dengan fasilitas lengkap, mulai dari bel, proyektor, papan skor, hingga dekorasi bernuansa islami. Suasana semakin meriah dengan tepuk tangan penonton setiap kali jawaban benar berhasil dilontarkan peserta.

 

Peserta yang tidak lolos ke babak final diarahkan mengikuti kegiatan Maulid Nabi di Aula Utama madrasah dengan tema “Meneladani Akhlak Nabi, Membangun Generasi Hebat Berkarakter.” Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna.

 [:en]

 

The commemoration of the Prophet Muhammad’s Birthday (Maulid Nabi Muhammad SAW) 1447 H at MAN 2 Kota Malang was celebrated in a vibrant and meaningful atmosphere. Beyond the traditional religious program, the event also featured an academic competition titled Islamic Smart Challenge (ISC) 2025. This quiz competition marked a collaborative initiative between students of the Faculty of Islamic Studies at Universitas Islam Malang (FAI UNISMA) and MAN 2 Kota Malang, blending religious values with intellectual engagement in one dynamic occasion.

 

ISC 2025 was organized by UNISMA students participating in their Teaching Practicum Program (PPLK) as a joint project with MAN 2 Kota Malang. The competition brought together 32 teams of students from Grade X and XI, each consisting of two members. They competed in answering academic and Islamic-related questions covering topics such as zakat calculation, faraidh (Islamic inheritance law), and adad ma’dud (Arabic numerical grammar).

 

The chairperson of the committee, Rafi Alhakim, explained that the main objective of ISC was not merely to test speed in calculation, but also to foster a competitive spirit and critical thinking skills among students.

 

“Through ISC, we aim to create a learning atmosphere that is both challenging and enjoyable. Students are tested not only on their intelligence, but also on their accuracy, teamwork, and discipline,” he stated.

 

The competition consisted of two rounds. The elimination round featured 30 multiple-choice questions to be completed within 20 minutes. From this stage, the top five teams advanced to the final round.

 

In the final round, participants faced three exciting sessions: mandatory questions answered by each team, question toss-ups, and a fast-response round using a buzzer. This format heightened the intensity and excitement of the competition.

 

One of the supervising teachers noted that the competition format effectively trained both students’ mental resilience and intellectual sharpness.

 

“The fast-response session was the most challenging. Besides knowledge, concentration and the courage to make quick decisions played a crucial role,” she remarked.

 

The event took place in the second-floor hall of MAN 2 Kota Malang, equipped with complete facilities including buzzers, a projector, a scoreboard, and Islamic-themed decorations. The atmosphere grew increasingly lively with applause from the audience each time a correct answer was given.

 

Students who did not advance to the final round were directed to join the Maulid Nabi celebration in the main hall, held under the theme “Emulating the Prophet’s Character, Building a Strong and Noble Generation.” The session was conducted solemnly, creating a reflective and spiritually uplifting environment.

[:]

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn