Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

FK UNISMA GELAR SEMILOKA DIAGNOSIS AWAL GAWAT DARURAT

MalangMinggu,10/01/2016, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) menghelat acara semiloka bertemakan diagnosis awal gawat darurat. Acara ini dilaksanakan di ruang kuliah bersama FK gedung Al Asy’ari (Gedung F), yang berlangsung dari pukul 09.00-13.30. Acara tersebut dilangsungkan untuk memperingati Dies Natalies  Medical Rescue Team (MRT) yang ke-8. Tema yang diangkat adalah “Pertolongan Pertama Gawat Darurat Early Diagnosis For Common People In Daily Emergency” dengan menghadirkan langsung dr. Putra Agung Dewata Sp. EM yang merupakan spesialis penanganan penyakit dalam.

Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D selaku wakil rektor I yang membuka acara dengan memberikan sambutan yang cukup mengesankan mengenai tema yang diangkat. “Pengetahuan dasar kegawat daruratan, penting dikuasai siapa saja, mahasiswa sekalipun. Sebab kita tidak tahu kapan kita membutuhkan pengetahuan dasar ini, maka kesiapan, ketanggapan dan pengetahuan dasar kegawat daruratan untuk awam dalam keseharian menjadi kebutuhan.” Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari lima puluh peserta yang berasal dari setiap organisasi kemahasiswaan yang ada di Unisma, mulai dari Lembaga Gubernuran Mahasiswa (LGM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Semi Otonom (BSO), Departemen, dan Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM). Setiap organisasi kemahasiswaan mendelegasikan dua mahasiswa.

dr. Putra Agung Dewata Sp. EM menyampaikan maaterinya yang berjudul “Penanganan Kegawatdaruratan sehari-hari”. Dalam paparannya Putra menjelaskan secara rinci bagaimana mengenali dan menangani pertolongan pertama gawat darurat (Pingsan, sesak nafas, luka, patah tulang, dan teknik evakuasi sederhana). “Dalam penangan emergency atau darurat, penyelamatan nyawa adalah yang terpenting dan penyelamatan nyawa dapat dilakukan oleh siapapun tanpa sertifikat apapun. Masalahnya bukanlah penolong merupakan orang PMI atau bukan, orang dari bidang kesehatan atau bukan, selama dia mampu untuk menyelamatkan dan memiliki usaha untuk menyelamatkan orang yang dalam kondisi genting, orang itu tidak bisa dituntut karena dia melakukan usaha penyelamatan.” Tuturnya. Tidak hanya memperoleh teori dari pemaparan pembicara, peserta semiloka langsung mempraktikkan hasil pengetahuannya dengan didampingi oleh tim Medical Rescue Team (MRT).

Diselenggarakannya seminar dan workshop Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) ini dalam rangka untuk meluruskan mitos-mitos, untuk memberikan bekal jika suatu saat terjadi kejadian yang tidak terduga sehingga setiap mahasiswa dapat menyelamatkannya. Memberikan skill kepada orang awam bagaimana memberikan bantuan hidup dasar. Hal ini selaras dengan pernyataan Abdul Basit, delegasi dari UKM Korps Suka Rela (KSR-PMI) “Seminar dan workshop ini sangat bermanfaat, terutama bagi mahasiswa yang tidak memiliki skill dalam menangangi gawat darurat yang terjadi di kampus.” Tukasnya. Dirgahayu MRT FK Unisma! (uni)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn