
Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Program Studi Biologi berhasil meraih Gold Medal dalam ajang International Invention and Innovative Science Project Olympiad (I2ASPO) pada kategori Energi, sebuah kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan inovasi terbaik dari berbagai negara.
Tim Biologi UNISMA terdiri atas lima mahasiswa lintas angkatan, yakni Alvina Putri Maharani (ketua tim), Aqidatul Izzah Putri Naila dan Nazamira Oktavirani (angkatan 2023), serta Fasya Regita Aurelia dan Tasya Bella Indriani (angkatan 2025).
Ketua Tim, Alvina Putri Maharani menuturkan tim mengusung karya tulis ilmiah berjudul “Upcycling Aquaculture Sludge into Functional Biochar for Thermal Solar Panel Enhancement: A Low-Cost Waste-to-Energy Innovation.” Penelitian ini menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan limbah budidaya perikanan dengan mengolahnya menjadi biochar fungsional yang mampu meningkatkan efisiensi panel surya termal secara ekonomis dan ramah lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan tantangan global. Limbah perikanan yang sering terabaikan ternyata memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.
Proses menuju kompetisi internasional ini dilalui dengan persiapan yang matang, mulai dari penyusunan penelitian berbasis kaidah akademik internasional, penguatan data dan analisis, hingga latihan presentasi secara intensif. Tim juga harus mampu menjawab berbagai pertanyaan kritis dari dewan juri internasional dengan argumentasi ilmiah yang kuat dan sistematis.
Dibawah bimbingan Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si. inovasi yang diusung dinilai memiliki kebaruan, dampak nyata, dan potensi pengembangan lebih lanjut, sehingga berhasil mengantarkan UNISMA meraih penghargaan tertinggi Gold Medal.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNISMA memiliki kapasitas riset yang sangat baik dan mampu bersaing di tingkat internasional. Inovasi yang mereka hasilkan juga sejalan dengan kebutuhan global akan solusi energi berkelanjutan,” tuturnya.
Apresiasi dan dukungan juga datang dari Dekanat FMIPA UNISMA, yang telah memfasilitasi dan mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan institusional ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya karya-karya inovatif mahasiswa.


