
MALANG, 28 September 2026 – Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi menggelar perhelatan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) 2026. Agenda tahunan yang dipusatkan di Gedung Sport Center UNISMA ini menjadi ajang penyambutan ribuan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga manca negara.
Rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun ini terbagi dalam tiga gelombang utama. Tahap pertama diisi oleh 1.620 mahasiswa program Sarjana (S1) reguler yang mengikuti OSHIKA MABA pada 28–30 September 2026. Selanjutnya, tahap kedua diikuti oleh 810 mahasiswa dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pascasarjana (S2), dan Program Doktor (S3) pada 2 Oktober 2026. Sementara itu, tahap ketiga mencakup 1000 lebih mahasiswa profesi yang saat ini datanya masih terus bergulir.
Integritas Wawasan Global dan Pengabdian Masyarakat
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, OSHIKA MABA 2026 secara khusus menekankan konsep “Kampus Berdampak” yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemenDikti Saintek). Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan iklim akademik dan organisasi kampus seperti Himaprodi, BSO, dan UKM, tetapi juga diajak peduli terhadap persoalan sosial secara global.
Melalui orientasi ini, para mahasiswa baru dikenalkan pada 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Pemahaman isu global ini diekspresikan secara kreatif lewat pembuatan poster hingga aksi pengabdian masyarakat yang berlangsung selama satu minggu ke depan.
Rektor UNISMA, Prof. Junaidi, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat sejak awal masa perkuliahan.
“Yang ditekankan pada OSHIKA MABA kali ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu perguruan tinggi berdampak. Sehingga kita juga menekankan UNISMA Anfa’, UNISMA berdampak,” ujar Prof. Junaidi di sela-sela kegiatan, Senin (28/9/2026).
Prof Junaidi menambahkan bahwa kontribusi nyata mahasiswa perlu dipupuk sejak dini agar mereka terbiasa mengaitkan teori akademis dengan realita di lapangan.
“Mengenal nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) juga melalui kegiatan kreatif berupa pembuatan poster. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai isu pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.
“Kemudian implementasinya yang sedang kita laksanakan dalam tiga hari bahkan satu minggu ke depan ini. Sehingga nanti akan ada beberapa kegiatan pengabdian juga gitu ya, sehingga ini supaya lebih berdampak,” lanjut Prof. Junaidi.
Destinasi Pendidikan Internasional dari Enam Negara
Daya tarik UNISMA sebagai perguruan tinggi Islam unggulan juga terus meluas ke kancah internasional. Pada tahun akademik 2026, UNISMA tercatat menerima 37 mahasiswa asing yang berasal dari enam negara, yaitu Madagaskar, Suriname, Turki, Uzbekistan, Timor Leste, dan Yaman.
Saat ini, yang telah hadir di UNISMA ada 11 mahasiswa asing. Sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian dokumen perizinan. Selain itu, UNISMA juga membuka penerimaan mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dilaksanakan secara luring maupun daring.


