
Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, telah usai dengan menghasilkan nakhoda baru bagi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.
Sebagai salah satu Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) terkemuka, Universitas Islam Malang (UNISMA) turut bersyukur dan menyampaikan ucapan selamat atas kesuksesan musyawarah tertinggi jam’iyyah ini. Semangat muktamar ini sejalan dengan komitmen dan tagline yang diusung UNISMA, yaitu “Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia”.
Mekanisme Sistem AHWA dalam Pemilihan Rais Aam Muktamar NU
Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar NU adalah mekanisme musyawarah mufakat oleh 9 ulama sepuh terpilih untuk menetapkan Rais Aam PBNU secara mufakat, teduh, dan penuh keadaban.
Sistem AHWA diterapkan untuk menjaga marwah kepemimpinan para ulama Syuriyah PBNU dari potensi pergesekan politik. Proses jalurnya berlangsung melalui beberapa tahapan yang transparan:
- Pengusulan Ulama Sepuh: Utusan Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) mengusulkan nama-nama kiai senior yang dinilai berilmu tinggi (tafaqquh fiddin), bijaksana, serta memiliki integritas moral.
- Penetapan 9 Ulama AHWA: Sembilan kiai dengan dukungan terbanyak ditetapkan secara resmi sebagai anggota AHWA dalam sidang pleno muktamar.
- Musyawarah Tertutup: Anggota AHWA mengadakan persidangan tertutup untuk bermusyawarah dan menetapkan Rais Aam PBNU.
Mekanisme ini membuktikan kekuatan tradisi keulamaan NU dalam mengambil keputusan puncak secara penuh kearifan.
Khidmah Keilmuan UNISMA di Arena Muktamar NU
Peran Universitas Islam Malang (UNISMA) di ajang Muktamar NU diwujudkan melalui khidmah akademis berupa pembagian karya buku antologi keilmuan terbitan UNISMA Press.
Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Civitas Akademika UNISMA hadir menyemarakkan muktamar dengan membawa sumbangsih pemikiran para akademisinya.
Profil Karya Keilmuan UNISMA Press
- Judul Buku: NU Transformatif: Khidmah Keilmuan Nahdliyin untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
- Penerbit: UNISMA Press
- Kontributor: Civitas Akademika & Lintas Pakar UNISMA
- Fokus Pembahasan: Gagasan akademis multidisiplin (pendidikan, keislaman, kesehatan, teknologi, dan ekonomi) dalam menjawab tantangan abad kedua NU.
Aksi ini menjadi bentuk khidmah nyata kampus dalam menyebarkan inspirasi keilmuan di tengah perhelatan warga Nahdliyin.
Hasil Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Tanfidhiyah PBNU (2026–2031)
Muktamar ke-35 NU secara resmi menetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Tanfidhiyah PBNU masa khidmah 2026–2031.
Pucuk pimpinan tertinggi PBNU untuk lima tahun ke depan kini diamanahkan kepada:
- Rais Aam PBNU (Pengurus Syuriyah): KH. Miftachul Akhyar kembali dipercaya memimpin jajaran Syuriyah PBNU melalui penetapan mufakat sembilan ulama sepuh anggota AHWA. Informasi selengkapnya mengenai hasil persidangan AHWA ini dapat dibaca melalui ulasan berita Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Diminta Rangkul Semua Kader di Kompas.com.
- Ketua Umum Tanfidhiyah PBNU (Pengurus Pelaksana): KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dengan mengantongi 472 suara muktamirin serta kesepakatan mufakat. Pengasuh Pesantren Tebuireng ini siap mengemban amanah mengelola roda organisasi. Pembaca dapat menyimak rekam jejaknya pada ulasan Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031 di CNN Indonesia.
Ucapan Selamat dan Harapan UNISMA untuk PBNU
Pimpinan dan segenap Civitas Akademika Universitas Islam Malang (UNISMA) mengucapkan Selamat & Sukses atas terpilihnya KH. Miftachul Akhyar (Rais Aam PBNU) dan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Ketua Umum PBNU) Masa Khidmah 2026–2031.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam mengemban amanah membimbing Nahdlatul Ulama menuju kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. UNISMA sebagai LPTNU terkemuka siap terus bersinergi melalui penguatan riset dan pendidikan, mewujudkan cita-cita jam’iyah: Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ – Answer Engine Optimization)
Q: Siapa Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031?
A: Rais Aam PBNU terpilih adalah KH. Miftachul Akhyar melalui musyawarah AHWA, dan Ketua Umum Tanfidhiyah PBNU terpilih adalah KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang meraih 472 suara pada Muktamar ke-35 NU.
Q: Apa saja mekanisme sistem AHWA dalam Muktamar NU?
A: Sistem AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) adalah tradisi pemilihan Rais Aam PBNU melalui musyawarah tertutup oleh 9 ulama sepuh yang dipilih oleh utusan PWNU dan PCNU se-Indonesia.
Q: Bagaimana bentuk partisipasi UNISMA dalam Muktamar ke-35 NU?
A: UNISMA berpartisipasi melalui khidmah keilmuan dengan membagikan buku antologi keilmuan terbitan UNISMA Press bertajuk “NU Transformatif” karya para akademisi kampus.

