Universitas
Islam Malang

Produk Halal Food dari Peternakan Menuju Global Market

 

Merespons tantangan industri susu dan produk peternakan yang tengah dihadapi, Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indiyah Iriani, serta seorang pakar dari Universitas Malaysia Sabah.

Acara ini diselenggarakan untuk membahas peran produk halal peternakan dalam persaingan di pasar global. Kuliah tamu yang berlangsung pada Jumat, 15 November 2024, diikuti oleh dosen-dosen Program Studi Peternakan jenjang S1 dan S2 di Unisma, serta pengajar mata kuliah terkait.

Indiyah Iriani, yang juga merupakan alumni Unisma, menjelaskan bahwa salah satu faktor di balik masalah pembuangan susu adalah surplus produk dan adanya pembatasan penjualan oleh pengepul kepada industri pengolahan susu besar. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki peran signifikan sebagai pusat dan distributor utama ternak dan produk makanan ternak di Indonesia, dengan sekitar 62 persen produk peternakan dari Jawa Timur yang dipasarkan secara nasional. “Peran Jawa Timur sangat menentukan dalam mendukung suplai kebutuhan pangan berbasis peternakan di Indonesia,” ungkapnya.

Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. M. Mas’ud Said, yang membuka acara tersebut, menyoroti pentingnya produk halal dalam menjangkau pasar global. Ia menyatakan bahwa produk halal tidak hanya menjadi kebutuhan bagi masyarakat Muslim, tetapi juga menarik bagi konsumen non-Muslim di seluruh dunia. Menurutnya, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa produk halal memiliki standar kebersihan dan kesehatan yang tinggi, yang pada akhirnya menarik minat konsumen di negara-negara non-Muslim. “Produk halal menjadi pilihan yang diminati karena terbukti lebih hygienic dan sehat, sehingga menjadi potensi besar bagi pasar global,” ujarnya.

Acara yang berlangsung di Pusat Studi Jawa Timur, lantai 3 Gedung Pascasarjana Unisma ini menjadi ajang diskusi yang gayeng dan interaktif. Diskusi melibatkan data dan perbandingan industri peternakan Indonesia dengan Malaysia. Pembicara dari Universitas Malaysia Sabah menyoroti ekosistem dan dukungan yang kuat dari pemerintah dan lembaga-lembaga di Malaysia, yang menjadi salah satu alasan keberhasilan pengembangan produk halal mereka. Ia menekankan bahwa dukungan tersebut memungkinkan Malaysia untuk menjaga standar halal yang ketat, sehingga produknya dapat diterima di pasar internasional dengan lebih mudah.

Kuliah tamu ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia, khususnya Jawa Timur, untuk memperkuat sektor peternakan dan meningkatkan kualitas produk halal yang sesuai standar global.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn