Universitas
Islam Malang

UNISMA Dorong Transformasi Global Lewat Kemitraan Strategis dengan SEAMEO VOCTECH di Bidang AI dan ICT

Universitas Islam Malang mempercepat transformasi global dengan menjajaki kemitraan strategis bersama SEAMEO VOCTECH. Kesepahaman tersebut dicapai dalam pertemuan di sela agenda internasional di Brunei Darussalam dan kini memasuki tahap finalisasi menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

 

Dalam pertemuan itu, delegasi UNISMA diantaranya Wakil Rektor 1 dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., Wakil Rektor 3 Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., serta Kepala Pusat Bidang Kolaborasi dan Pengembangan Internasional Sonny Elfiyanto, M.Pd., Ph.D.  Diterima oleh Deputy Director for Administration Pg. Haji Mohamad Sufri Bin Pg. Ali dan Deputy Director for Professional Affairs Dr. Paryono yang juga merupakan Research Manager serta spesialis TVET. Diskusi menghasilkan kesepakatan awal terkait arah kolaborasi dan rencana implementasi program bersama.

 

Kerja sama ini mengusung tema “Inclusive TVET for a Green and Digital Future”, dengan menempatkan pendidikan vokasi sebagai kunci menghadapi transformasi digital dan tantangan keberlanjutan global. UNISMA menilai kolaborasi ini bukan sekadar memperluas jejaring internasional, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

 

Fokus kolaborasi mencakup penguatan Technical and Vocational Education and Training, pengembangan Artificial Intelligence (AI) dan Information and Communication Technology (ICT), serta peningkatan kapasitas dosen melalui program pelatihan. Program tersebut akan dikemas dalam bentuk short courses, sertifikasi internasional, hingga industry immersion bersama mitra di Asia Tenggara.

 

Selain itu, Fakultas Teknik UNISMA diproyeksikan menjadi pusat unggulan dalam pengembangan teknologi terapan berbasis AI, sistem cerdas, dan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

 

Wakil Rektor I UNISMA menegaskan, kerja sama ini mencerminkan arah baru pengembangan institusi. “Kami tidak ingin sekadar mengikuti perkembangan AI kami ingin ikut membentuk arah pengembangannya dalam perspektif pendidikan yang beretika dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor 3 menyoroti dampaknya terhadap kesiapan lulusan. “Ke depan, lulusan harus memiliki kompetensi digital, pengalaman global, serta kemampuan beradaptasi dalam ekonomi hijau. Kolaborasi ini membuka ruang nyata bagi mahasiswa untuk terlibat dalam ekosistem tersebut,” katanya.

 

Pada tahap awal, kedua pihak akan mengembangkan joint research di bidang AI terapan, program mobilitas akademik, serta inkubasi inovasi digital yang melibatkan dosen dan mahasiswa lintas negara.

 

Kolaborasi ini juga selaras dengan agenda United Nations melalui Sustainable Development Goals, khususnya pada pendidikan berkualitas, inovasi, dan penguatan keterampilan hijau. Langkah ini menegaskan posisi UNISMA dalam mendorong pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berperan aktif dalam menjawab tantangan global.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn