UNISMA PERLUAS JEJARING KERJASAMA DENGAN BELANDA

Universitas Islam Malang (Unisma) memperluas kerjasama internasional Unisma makin kuat setelah adanya pertemuan secara daring dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Belanda (30/11).

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., berharap link kerjasama Unisma dengan kampus-kampus luar negeri berkembang hingga Belanda. Selama ini, Unisma sudah membangun kerjasama dengan 127 perguruan tinggi asing dari 33 negara Asia dam Eropa.  Hanya saja,  belum ada Perguruan Tinggi Belanda yang menjalin kerjasama tersebut dengan Unisma.

“Semoga setelah pertemuan dengan Duta Besar ini akan ada pintu baru bagi Unisma untuk memperluas kerjasama dengan perguruan tinggi di Belanda,” kata Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si

Dijelaskannya, Unisma telah mendapatkan kepercayaan dari mancanegara. Tercatat ada lebih dari 200 mahasiswa asing yang kuliah di kampus ini. Saat ini ada lebih dari 100  mahasiswa yang kuliah secara daring karena faktor Pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Prof. Maskuri mengungkapkan, Unisma punya tekad kuat untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang dapat dibangun dengan kemitraan. Seperti yang dilakukan Unisma selama ini. Konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka semakin membuka lebar peluang perguruan tinggi untuk mengimplementasikan join riset, student exchange, earning exchange, international seminar hingga join kurikulum.

Unisma telah melakukan itu semua dengan kampus-kampus luar negeri, diantaranya dengan kampus di Rusia, Uzbekistan, Thailand, Australia dan lain-lain. “Dalam waktu dekat semoga Unisma bisa landing kerjasama dengan Belanda,” ucap Prof Maskuri.

Keinginan Rektor Unisma disambut baik Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Belanda, H.E Mayerfas. “Kami menyambut baik tekad Unisma. Kami yakin dalam waktu dekat harapan rektor untuk membangun kerjasama dengan kampus atau lembaga riset di Belanda akan terwujud,” harapnya.

Dubes Mayerfas yang kemarin didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dubes Indonesia Untuk Belanda, Din Wahid mengungkapkan, inisiatif Unisma untuk membangun link dengan perguruan tinggi Belanda sangat tepat. Sebab menurutnya, perguruan tinggi Belanda lebih maju.

” Unisma bisa bekerjasama di berbagai bidang. Bisa riset atau melanjutkan jenjang pendidikan dosen dan mahasiswa Unisma ke Belanda,” ujarnya.