Universitas
Islam Malang

NUSRON WAHID: JADILAH SOLUSI UNTUK INDONESIA

Malang. Selasa, 15 September 2015, Kepala BNP2TKI (Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia), Nusron Wahid memberikan kuliah umum tentang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) kepada mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) di hari kedua OSHIKA MABA (Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) Unisma.

Nusron menyatakan kehebatan dan kebangkitan bangsa bergantung pada kaum intelektual terdidiknya, yang salah satunya adalah mahasiswa. Sedangkan perubahan bangsa Indonesia sendiri sampai jaman merdeka dimulai dari kaum Elitenya, seperti Bung Karno, Ki Hajar Dewantara, dan sebagainya.

“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia setiap tahunnya hanya 5%, sehingga potensi pengangguran di Indonesia dapat mencapai 1,5 juta orang pertahunnya,” ungkap Nusron yang juga merupakan intelektual muda NU (Nahdlatul Ulama). Permasalahan itu dapat diatasi jika masyarakat Indonesia dapat memahami konsep yang diungkapkan oleh Nusron, yaitu konsep Noblis Oblig (hutang kepada rakyat), yang berarti membuat para masyarakat harus memilih ingin menjadi beban atau menjadi solusi bagi bangsa Indonesia.

Nusron juga memberikan beberapa cara untuk menjadi solusi bagi bangsa Indonesia yaitu dengan menunjukkan satu sikap kemandirian, menjadi pioneer bagi negara untuk menggerakkan atau memproduksi barang-barang atau tanam-tanaman dalam negeri, dan mempunyai basic knowledge  atau kemampuan dasar yang memadai.

MEA, secara umum bisa diartikan sebagai lalu lintas perdagangan barang dan jasa di kawasan ASEAN secara bebas. Jika sumber daya yang ada di Indonesia tidak dibenahi dengan baik, tidak menutup kemungkinan bisa dikuasai dari negara lain.

Di akhir kuliah umumnya, Nusron berpesan kepada mahasiswa agar lebih memperhatikan dan meningkatkan masalah IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Karena IPTEK bisa lebih baik daripada kekuatan fisik, yang artinya para pekerja kasar dapat dipimpin atau dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki IPTEK yang tinggi. (faiz)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn