Universitas
Islam Malang

RAPIM UNISMA 2015: JAGA KEPERCAYAAN TUHAN, MASYARAKAT DAN PEMERINTAH

Malang. Rapat Pimpinan (Rapim) Universitas Islam Malang (Unisma) yang digelar mulai Jumat, 4/9, hingga Minggu, 6/9 September 2015 terselenggara dengan lancar. Acara rapim yang dilangsungkan di Hotel Vanda Gardenia, Trawas, Mojokerto tersebut menelurkan sejumlah rencana kerja yang menjadi panduan untuk melaksanakan penyelenggaraan tata kelola di Unisma

Dalam sambutannya, ketua pelaksana Rapim Unisma 2015 yang juga Wakil Rektor (Warek) 2 Unisma, H.Noor Shodiq Askandar, SE, MM, menegaskan bahwa Rapim kali ini sengaja ditempatkan di Trawas, Mojokerto, agar konsentrasi peserta tercurah penuh pada penajaman program kerja. “Sekaligus melakukan outbond agar chemistry seluruh unsur di Unisma, mulai dari yayasan, rektorat, dekanat, serta lembaga, unit dan biro terekat dengan baik, hingga membawa kerjasama di kampus kian kompak dan kondusif,” tegas Warek 2.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri berharap agar Rapim 2015 bukan sekedar acara seremonial belaka, tetapi benar-benar menjadi kompas untuk melaksanakan tata kelola di lingkungan Unisma. “Kunci utama membangun Unisma adalah komunikasi, koordinasi dan penerapan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang berbasis learning base research.” Sejalan dengan yang disampaikan ketua umum yayasan Unisma, Dr. HM. Shofwan Chudorie, M.Si bahwa Unisma harus yakin dengan modal kekuatan yang dimiliki. “Unisma menyimpan keunggulan yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Keunggulan itu masih tersimpan di semua program studi (prodi) yang ada di tiap Fakultas, maka Rapim kali ini harus mampu mengkongkritkan keunggulan itu menjadi teknologi dan pengetahuan yang bisa dinikmati warga bangsa. Maka Unisma bisa menjadi solusi bagi pemecahan masalah ekonomi yang sedang melanda negeri ini,” tutur ketua umum yayasan Unisma yang sangat bersemangat berbicara tentang rencana strategis Unisma.

Dalam pidato pembukanya, ketua dewan pembina yayasan Unisma, yang juga mantan Menteri Agama RI, Prof. Dr. Kyai Tholhah Hasan, mengingatkan agar Unisma yang saat ini memasuki fase kedua dalam pertumbuhannya, yakni bersaing (setelah sebelumnya bisa melewati fase bertahan) harus berusaha menyiapkan kado prestisius untuk tasyakuran 50 tahun Unisma pada 2031. “Modal strategisnya adalah menjaga kepercayaan Tuhan, masyarakat dan pemerintah,” pungkas beliau.

Rapim yang diikuti oleh 80 peserta tersebut berlangsung selama tiga hari dan diakhiri dengan acara outbond yang bermaterikan permainan menyenangkan (fun games) yang diharapkan dapat mengasah kepekaan kepemimpinan dan menjadi stimulan untuk bekerja lebih kompak dan mengembangkan sikap positif bagi civitas akademika Unisma.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn