
MALANG KOTA-Ramadan bukan hanya momentum untuk memantapkan hati dalam bertaubat dan beribadah kepada Allah. Tak kalah pentingnya, Ramadan juga sebagai bulan yang baik untuk memulai berwirausaha.
Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (UNISMA) Noor Shodiq Askandar. Dia menganalis, di bulan suci ini, masyarakat punya niat kuat untuk berbelanja memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Juga demikian menyambut idul fitri“Di bulan Ramadan itu (mohon maaf), masyarakat kita lebih sibuk soal konsumsi ketimbang soal ibadha,”beber dia. Kecenderungan itulah yang menurutnya dalam dunia usaha adalah peluang untuk bermulai berwirausaha.
Shodiq membeberkan, ada dua jenis usaha yang paling pas di momen Ramadan. Yakni usaha makanan dan fashion. Sayangnya, untuk usaha makanan, selama ini masyarakat cenderung iseng menjalankannya. Yakni hanya saat Ramadan saja. Lepas dari itu, usaha makanan mereka tidak di lanjutkan lagi. “Artinya, aspek sustainability (keberlanjutan)-nya tidak sukses,” Kata dia. Padahal, lanjut pria asli banyuwangi itu, peluang untuk mengenalkan produk makanan hingga di kenal setelah Ramadan habis juga sangat mungkin dilakukan saat ini. Sehingga usahnya menjadi bisnis keberlanjutan. “Akan lebih baik jika usaha yang dirintis selama Ramadan berlanjut menjadi usaha yang sesungguhnya,”bebernya
Sementara soal fashion, shodiq menambahkan, apa pun jenis fasionya akan laku di jual di Indonesia. Terlebih menjelang hari raya idul fitri di mana setiap orang ganti baju. “Orang malang ini sangat fashionable, berbeda dengan orang Arap yang hanya menggunakan pakaian itu-itu saja. Misalnya cara menggunakan jilbab, di malang sudah tidak terhitung polanya,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan bahwa saat ini di Indonesia masih kekurangan jumlah pengusaha. Negara akan berimbang kehidupan ekonominya jika pengusaha mencapai 2 persen dari jumlah penduduk. “Saat ini pengusaha kita hanya mencapai 0,24 persan dari total penduduk,”tukasnya. Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk momentum Ramadan tidak hanya di jadikan peningkatan ibadah saja. Tetapi juga meningkatkan kesejatraan umat islam. Bahkan dia mengusulkan agar masjid menjadi salah satu sentra untuk memaksimalakan kesejatraan ekonomi umat islam. “Masjid seharusnya tak hanya menjadi pusat ibadah dan keilmuan, tetapi juga pusat kemakmuran masyarakat,” tandas Shodiq.




