MALANG- Perkembangan Universitas Islam Malang (Unisma) di dunia pendidikan tinggi mulai menjadi daya tarik masyarakat, terutama para pelajar yang baru lulus SMA sederajat tahun 2014 ini, apalagi, Unisma masuk bagian dari lima kampus se-Indonesia di Jawa Timur yang mendapat kesempatan untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja lulusan minimal SLTP untuk dikirim ke Korea.
Menurut pembantu Rektor 3 bidang promosi dan kerjasama Unisma Prof Dr H Masykuri Bakri, M.Si melalui kabag Humas Unisma Pardiman, SE, MM mengakui, kampus hijau Unisma sudah lama menjadi incaran pemerintah dalam negeri maupun mancanegara untuk diajak kerjasama demi kemaslahatan umat.
“Salah satu buktinya penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) yang telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa dan BNP2TKI (balai nasional penempatan dan pengawasan tenaga kerja Indonesia) dalam melakukan panyaringan tenaga kerja yang akan dikirim ke Korea. Alhamdulillah, tahun ini jumlahnya yang ikut mendaftar tembus 6.600 orang dari berbagai kota di Jawa Timur. Padahal tahun lalu hanya 2.300 orang yang mengikuti rekrutmen ke Korea,”tutur Prof Masykuri.
Professor Ilmu Pendidikan Islam yang baru dilantik beberapa waktu lalu menambahkan, banyaknya calon tenaga kerja Indonesia dalam waktu 2 tahun terakhir ini sangat besar peningkatannya. “Malahan orang mencari kerja keluar negeri sangat tinggi antusiasnya, masak hanya satu tahun saja sudah peningkatannya sudah 3 kali lipat, paling banyak yang ikut jebolan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), SMA, SMK dan SMP,”terangnya.
Terkait penerimaan mahasiswa baru, Masykuri mengatakan, pihaknya tetap mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Selain itu juga penyesuaian sarana dan prasarana yang ada di kampus.
“Bukan pakai aji mumpung, salah satu contohnya tahun kemarin yang daftar hingga tembus 3000 calon mahasiswa, setelah ikuti seleksi dan sesuai target hanya diterima 1250, dan tahun ini kami targetkan hanya terima 1350 orang, padahal menurut data yang ada dipanitia PMB (penerimaan mahasiswa baru) sudah ada 2000 pendaftar hingga juni ini,”paparnya berharap.
Dilain kesempatan Haposan Saragih Wakil dari BNP2TKI Jatim yang ditemui saat lakukan tes tulis di kampus Unisma kemarin, mengatakan 6.600 pendaftar yang berasal dari kota-kota di Jawa Timur harus ikuti tes tulis, wawancara untuk bisa lolos ke Negara korea.
“mereka yang lulus tes tulis dan wawancara berhak berangkat kerja ke korea sesuai jenjang pekerjaan sesuai aplikasi yang diisi. Jadi tak ada jatah atau target berapa yang bakal dikirim (ke korea),”katanya.
Terkait minat pendaftar lowongan ke korea yang membludak, Haposan mengatakan, kemungkinan besar karena gaji yang ditawarkan cukup tinggi, yakni Rp 10 juta per bulan. “kalau dibandingkan dengan gaji di Indonesia atau Jatim jelas jauh. Di Jatim mungkin hanya 1,2 juta tiap bulannya, makanya gak salah bila mereka mau kerja keras antre, dan menginap disini (Unisma) hanya untuk lulus dan kerja di korea,”tandasnya.
Di tempat terpisah , Rektor Unisma Prof Dr H. Surahmat, M.Si saat dikonfirmasi mangatakan, progam kerjasama dengan Balai Bahasa maupun yang lainnya menjadi salah satu alasan masyarakat atau para orang tua wali se-Nusantara dan Mancanegara mengamanatkan pada Unisma, untuk mendidik putra-putrinya.
“Visi dan misi Unisma, selain keilmuannya untuk kemaslahatan umat juga para alumninya berharap menjadi sarjana yang bermartabat, artinya meski setinggi apapun ilmu dan gelar yang disandangnya tak akan berguna bila bukan untuk kepentingan umat dan bangsanya, Insyallah,” tutur Rektor yang piawai lakukan riset yang sudah diakui dunia ini. (adv/dod)




