Universitas
Islam Malang

BULAN MUHARAM UNISMA SANTUNI 1000 ANAK YATIM

MALANG – Satu persatu anak kecil mulai dari usia dini hingga belasan tahun dengan rapi memasuki masjid Ainul Yaqin  yang berada satu komplek dengan Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (10/10). Setelah menunggu, total 1000 anak yatim akhirnya terkumpul dalam masjid Ainul Yaqin tersebut mendapatkan santunan dari pihak Unisma.   Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Pekan Muharram.

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan kegiatan ini sudah berlangsung selama enam tahun berturut-turut. Meski demikian, berbagi kasih tak hanya dilakukan ketika momentum peringatan bulan Muharram saja. “Terus terang di event tertentu pun kami ada santunan kepada anak yatim, seperti saat buka bersama ataupun Dies Natalis Unisma,”

Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si  menyadari, anak-anak yatim merupakan hamba Allah yang berhak mendapat kasih sayang dari hamba Allah yang lain. Dengan memberi santunan, termasuk dalam salah satu sikap solidaritas yang ditunjukkan kepada sesama. “Mereka itu kan anak-anak, ibaratnya sudah saatnya dapat belaian kasih sayang dari orang tua, tapi keduanya suda tidak ada atau salah satu tidak ada,” ucapnya. Oleh karena itu, sebagai pihak yang mendapat kelebihan rezeki, terutama lembaga pendidikan tinggi Unisma, sudah tentu menjadi kewajiban untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama. “Maka kami merasa perlu untuk mengangkat derajat mereka, dan dibesarkan hati mereka bahwa diantara sesama mereka memiliki satu kepedulian,”.

Terkait soal dana sumbangan, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si  menegaskan jika seluruh sivitas akademika pun turut terlibat. Terutama dosen dan karyawan. Anggaran yang terkumpul tersebut, dikelola panitia untuk kemudian dibelikan barang yang bermanfaat. “Untuk ini kami belikan peralatan tulis menulis, ada uang juga,” jelasnya. Meski demikian, dari pihak universitas pun tetap menyediakan dana untuk santunan. Mendapatkan anak yatim piatu sebanyak 1000 orang. Bahwa pihak Unisma telah bekerjasama dengan beberapa yayasan dan lembaga yang menaungi hal itu. Disamping itu, masing-masing sivitas akademika juga diminta untuk mengidentifikasi anak yatim piatu dari tempat tinggal mereka.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn