Malang – Senin (25/1) Forum Diskusi Mahasiswa Indonesia (FOSMI) menyelenggarakan diskusi kebangsaan di Gedung Oesman Mansoer Universitas Islam Malang (Unisma). Diskusi ini diselenggarakan karena mencuatnya kasus Din Minimi, mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang meminta permohonan amnesti. Menurut FOSMI kasus tersebut merupakan bahan yang menarik untuk didiskusikan.
Menurut FOSMI permohonan amnesti yang diajukan oleh Din Minimi perlu dilakukan pengkajian ulang oleh pemerintah. “Pemerintah harus melakukan peninjauan ulang tentang perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan GAM,” ujar narasumber diskusi, Lukman Wahyudi, mahasiswa S2 Hukum Universitas Brawijaya.
Menurutnya, perjanjian Helsinki harus ditinjau kembali untuk mengetahui apakah kedua pihak telah memenuhi perjanjian tersebut. Selain itu, lanjutnya, harus ada penyamaan data antara Badan Intelijen Negara (BIN), polisi, dan pemerintah Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mendapat keakuratan data diantara ketiga pihak tersebut. Setelah meninjau perjanjian Helsinki dan melakukan penyamaan data, pemerintah baru bisa menentukan langkah tentang pemberian amnesti kepada Din Minimi.
Diskusi kebangsaan yang mengusung tema “Grasi, Amnesti dalam Perspektif Rekonsiliasi Anak Bangsa, Benarkah?” itu juga menghadirkan Tri Indra, Mahasiswa S2 Universitas Indonesia sebagai narasumber.Diskusi kebangsaan tersebut merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk lebih mendalami proses pemberian amnesti yang merupakan kewenangan presiden atas pertimbangan DPR. Pemberian amnesti membutuhkan proses panjang yang harus dipahami oleh mahasiswa, terutama mahasiswa hukum.
Selain diskusi kebangsaan, FOSMI juga menyelenggarakan diskusi dengan tema lain yang sedang hangat. Diantaranya diskusi tentang materi mata kuliah. “Kami juga ada diskusi mingguan yang membahas materi kuliah,” ujar Mas’udi, penanggung jawab FOSMI.
Menurutnya, FOSMI dibentuk untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada diri mahasiswa. Dengan adanya FOSMI, diharapkan dapat mewadahi mahasiswa mahasiswa untuk mengasah potensi yang ada. Diskusi kebangsaan yang dilakukan oleh FOSMI membahas tentang isu-isu pemerintah yang sedang hangat.
Selanjutnya, diskusi kebangsaan yang telah dilakukan akan dibentuk menjadi sebuah buku. Saat ini, mereka sedang menyusun buku tersebut. Salah satu isi buku adalah diskusi kebangsaan yang telah diselengagrakan Senin (25/1) di Unisma. Harapannya apa yang telah mereka diskusikan akan dibaca oleh masyarakat. (nin)




