Universitas
Islam Malang

Dua Mahasiswa Fak. Ekonomi Unisma Dapat Liburan Ke Malaysia

Dua mahasiswa fak. Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma) yang telah menyelesaikan pendidikan sertifikasi financial planner mendapat tiket liburan ke Malaysia.

Tiket ini merupakan bentuk apresiasi.PT.Wana Artha Life Indonesia setelah memberikan pendidikan selama 20 hari. Enny Endriati (20) merupakan dua orang terpilih dari 14 mahasiswa yang lulus program pendidikan ini. Avi mengaku awal mengikuti pendidikan ini dirinya masih ragu dengan kemampuannya. “Saya pada dasarnya cuek terhadap lingkungan, dengan ikut pendidikan ini selain lebih memahami perencanaan keuangan, saya juga semakin percaya diri berkat motivasi dari banyak mentor,” terang Avi.

Dekan fakultas Ekonomi, Agus Widarto SE.MM. menjelaskan bahwa pendidikan ini merupakan bentu kerjasama dengan PT. Wana Artha Life Indinesia.hal ini sebagai bentuk pemenuhan tugas Tri Dharma perguruan tinggi. “ Hal ini untuk meningkatkan soft skill mahasiswa sehingga tidak haya ahli dibidang akademik, tapi  juga dapat mengasah diri sendiri.”.

Agus menjelaskan bahwa perekrutan mahasiswa untuk  mengikuti program ini dilakukan bulan maret 2015. Sebanyak 50 siswa terjaring untuk mengikuti pendidikan tetapi hanya 14 siswa yang dapat mengikuti pelatihan sampai akhir. “ Kebanyakan siswa belum bias membagi waktu perkuliahannyadengan kegiatan pendidikan sertifikasi ini, sehingga mereka berhenti ditengah jalan,”.

Untuk program kedua, direncanakan akan dibuka setelah liburan semester yaitu kisaran Agustus.” Untuk program kedua kami berencana untuk membuka kuota sampai 40 mahasiswa, tentunya nanti dari pehak pelaksana – pelaksana juga akan memberikan reward tersendiri,”.

Pesiden Direktur PT. Wana Artha Life Indonesia Drs. Yanes Y Matulawa, MM. FSAI.CPLHI menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah membekali mahasiswa dengan ilmu yang dapat dipakai langsung dimasyarakat. “Lulusan baru yang bisa langsung bekerja sangat sedikit, karena dipengaruhi kondisi ekonomi dan kebutuhan pengguna. Untuk itu dibutuhkankemampuan skill dengan pembekalan sertifikasi untuk perencanaan keuangan diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi lulusan,”.

Menurut Yanes , saat ini di Indonesia profesi perencanaan keuangan masih jarang diminati, padahal saat ini di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura profesi ini sudah banyak. “ Jadi sebelum Masyarakat Ekonomi Asean dibuka dan banyak tenaga kerja dari luar ke Indonesia. Masyarakat khususnya lulusan mahasiswa  dapat memiliki kompetensi yang siap untuk bersaing,”.

Tentor pendidikan sertifikasi, Bayu Prismantoro mengaku bahwa dirinya mengejar pendidikan dasar perencanaan keuangan. “ Kami memberikan empat jenis materi, berkaitan dengan dasar ilmu dan pengembangan karakter,”.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn