Universitas
Islam Malang

fk unisma

Genjot Lahirnya Doktor, Gelontor Seribu Beasiswa

Kabar gembira bagi warga Malang Raya yang menjadi dosen di Perguruan Tinggi Kampus Agama Islam Negeri (PTAIN) maupun swasta (PTAIS). Sebab, tahun ini Kemenag menyediakan beasiswa program doktor dengan kuota seribu. Kabar itu disampaikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof Dr Kamaruddin Amin di sela-sela dialog dengan peserta Mukernas dan deklarasi APAISI (Asosiasi Pascasarjana Agama Islam Swasta Indonesia) di hotel Best Western Malang. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dosen perguruan tinggi di lingkungan Kemenag. “Sebenarnya beasiswa itu untuk program lima tahun lima ribu doktor. Mulai tahun ini di terapkan, jadi tiap tahun kuotanya seribu.

Dan beasiswa tersebut, memberikan kesempatan kepada semua kampus negeri dan swasta di lingkungan Kemenag, terutama di daerah luar Jawa. Sehingga para guru atau calon guru di daerah tersebut tidak perlu ke Jawa untuk melanjutkan pendidikan sarjananya. “Karena jumlah doktor yang berkualitas di daerah sudah merata. Ditambahkan, ada sekitar  900 ribu guru madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, baru 60 persen guru yang sudah lulus sarjana dan 40 persen lulus magister. “Makanya dibutuhkan doktor banyak untuk meningkatkan kualitas guru.

Masih menurut Kamaruddin, dengan beasiswa itu pula bertujuan agar guru di daerah tetap bisa kuliah lagi dengan tidak meninggalkan kewajibannya mengajar. Karena di daerah sudah ada kampus yang dinilai sama kualitasnya dengan di Jawa. “Tidak mungkin mereka kuliah disini (kota) sambil mengajar. Makanya harus dipercepat peningkatan kualitas pendidikan Perguruan Tinggi di daerah.

Sementara itu, Ketua APAISI sekaligus Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr H Maskuri MSi menyambut baik program Kemenag itu. Karena akan mempercepat pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) di seluruh Indonesia. “Program ini sangat bagus bagi pendidikan kita. Karena bisa  meningkatkan kualitas pendidikan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn