Universitas
Islam Malang

MAHASISWA UNISMA TAMPIL DI JEPANG

Sebanyak enam artikel penelitian karya mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma diterima dan bakal dipresentasikan secara oral di 10 th Young Scientist Seminar yang diselenggarakan oleh Yamaghuchi University, Jepang. Bersama beberapa Universitas di Kawasan Asia Tenggara, tergabung dalam Jepang Society for the promotion of science (JSPS), pada 16-17 November 2014 mendatang.

Salah satu dosen pembimbing mahasiswa FK, Novi Arfarita, SP, MP, M.Sc, Ph.D, mengatakan, lolosnya artikel enam mahasiswanya ini berkat penelitian yang diangkat mengenai pemanfaatan keragaman hayati tanaman asli Indonesia, khususnya tanaman herbal sebagai bahan untuk menangani berbagai penyakit degenerative  dan infeksi di Indonesia.

Enam mahasiswanya tersebut, yaitu Risky Ayu Lahwida dengan artikel (Ekstrak daun sirih merah sebagai anti inflamasi dari efek penggunaan aspirin terhadap lambung), Permata Ayu Kamila dan Dimaz Anugerah Illahi (campuran rimpang lengkuas dan abu merang untuk anti ketombe), Endang Sawitri (Ekstrak daun bambu jawa mengobati efek dari akumulasi borax dalam tubuh manusia), Ika Wahyu Adita Rini dan Fandaruzzahra Putri Perdani (uji toksisitas ramuan tanaman herbal).

“Dalam seminar ini ada sekitar 100 hingga 150 karya artikel mengenai pemanfaatan keragaman hayati. Pesertanya ada dari Jepang, Laos, Thailand, Vietnam, Mesir dan Indonesia,”katanya.

Alumnus SMA Negeri 3 Malang ini menyebut, jarang sekali mahasiswa S1 dapat tampil dan presentasi dalam even Internasional ini. Sehingga kesempatan ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Kedokteran Unisma. Nantinya, semua ilmuwan  muda akan berkumpul disana dan menampilkan karya-karyanya.

Diambilnya tema pemanfaatan keragaman hayati, jelas dia, di Indonesia sangat banyak tumbuhan dan tanaman obat yang dapat ditemui. Namun, karena sangat minim yang melakukan penelitian sehingga tanaman dan tumbuhan ini  tidak dapat dimanfaatkan secara baik. Apalagi, penyembuhan penyakit melalui obat herbal lebih aman dan praktis.

Selain itu, memberi nilai tambah bagi produksi tanaman herbal atau bisa dikenal jamu herbal. Jangan sampai penelitian tentang tanaman obat ini sampai dilakukan oleh ilmuwan luar. FK Unisma, kata dia, juga sudah berupaya mematenkan beberapa karya mahasiswanya tersebut. “Obat-obatan herbal di dunia masih didominasi oleh warga Negara China, India dan Korea. Lewat kegiatan ini Indonesia akan tampil dan ikut bersaing, karena bahan-bahan herbal di Indonesia sangat melimpah, tapi belum terangkat semuanya,”paparnya.

Sejauh ini, sudah ratusan tanaman yang diteliti oleh mahasiswa FK Unisma. Tujuannya untuk menemukan tanaman yang dapat menjadi salah satu obat praktis dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

“Yang jelas kami memiliki keunggulan sendiri, kami fokus pengembangan dan penelitian tanaman herbal, ”tambah perempuan yang juga Koordinator Hubungan Internasional Unisma ini.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn