Universitas
Islam Malang

Sambut Pra-Muktamar NU, Unisma dan LPT PWNU Jatim Gelar Sarasehan Transformasi PTNU 2045

 

Universitas Islam Malang (Unisma) bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT PWNU) Jawa Timur menggelar Sarasehan & Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur di Kampus Unisma, Malang.

 

Forum strategis bertajuk “Transformasi PTNU 2045: Membangun Ekosistem Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang Unggul, Mandiri, Berdampak, dan Mendunia” ini dihelat guna menyemarakkan rangkaian Pra-Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang pada 27–31 Agustus 2026, sekaligus sebagai rangkaian Lustrum IX Unisma.

 

Rektor Unisma sekaligus Ketua LPT PWNU Jawa Timur, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas bersama sebagai komitmen Unisma menjadi motor penggerak peningkatan kualitas bagi 118 perguruan tinggi di bawah naungan LPT PWNU Jawa Timur. Saat ini, Unisma yang telah memiliki 40 Program Studi (Prodi) tengah bersiap melakukan ekspansi keilmuan.

 

“Capaian-capaian Unisma cukup banyak dan ini semua kami darmabaktikan untuk pembangunan Indonesia. Saat ini Unisma sedang mempersiapkan pendirian prodi baru, di antaranya Program Doktor Bahasa Inggris, Program Doktor Ilmu Pemerintahan, dan Profesi Apoteker,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Prof. Junaidi melaporkan agenda lanjutan pada momentum Muktamar mendatang. PWNU Jawa Timur berencana menyelenggarakan seminar yang terintegrasi dengan LPT PBNU, termasuk peluncuran buku karya dosen Unisma bertajuk “Nahdlatul Ulama Transformatif: Khidmat Keilmuan Nahdliyin untuk Indonesia dan Peradaban Dunia”.

 

Menanggapi arah transformasi tersebut, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., mengingatkan pentingnya daya saing global melalui hilirisasi riset dan keterbukaan wawasan akademisi terhadap ekosistem internasional.

 

“Transformasi PTNU 2045 ini bukan sekadar konsep atau gagasan, melainkan upaya menjadikan LPTNU sebagai bagian tak terpisahkan dalam sistem global, nasional, hingga tata kelola perguruan tinggi itu sendiri,” tutur Prof. Maskuri.

 

Poin Strategis Transformasi Perguruan Tinggi

Arah kebijakan dan akselerasi PTNU dipertajam melalui paparan dua narasumber utama. Sekretaris LPT PBNU, Dr. rer. pol. M. Faishal Aminuddin, S.S., M.Si., menekankan pentingnya konsolidasi internal.

 

“PTNU harus bertransformasi dari sekadar kekuatan kuantitas menjadi kekuatan akademik yang mandiri, adaptif terhadap teknologi digital, serta memiliki tata kelola riset yang terintegrasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” papar Faishal.

 

Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Diktisaintek Kemendiktisaintek RI, Prof. Dr. Mukhammad Najib, S.TP., M.M., menekankan kesiapan kelembagaan perguruan tinggi menghadapi era baru.

 

“Pemerintah mendorong PTNU untuk memperkuat ekosistem Outcome-Based Education (OBE) dan membangun tata kelola perguruan tinggi yang tangguh (resilient) melalui pembukaan prodi-prodi masa depan agar selalu relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ungkap Najib.

 

FGD Enam Pilar Strategis PTNU

Sebagai hasil konkret dari sesi FGD, para pimpinan menyepakati enam pilar isu strategis untuk membawa PTNU menuju kancah global:

 

  1. Penguatan tata kelola kelembagaan dan mutu pendidikan.
  2. Penerapan kurikulum akademik berbasis OBE.
  3. Perluasan prodi strategis bidang STEAM dan Ilmu Kesehatan/Kedokteran.
  4. Peningkatan riset dan khidmad keilmuan berbasis Aswaja.
  5. Pengembangan kemandirian ekosistem finansial dan kualifikasi SDM.
  6. Perluasan kolaborasi jejaring antar-PTNU dan tingkat internasional.

Forum ini diharapkan menjadi ruang bagi para pimpinan PTNU untuk mendapatkan wawasan luas mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia serta arah perkembangan LPTNU ke depan.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn