Universitas
Islam Malang

UNISMA GELAR WISUDA KE 56

Universitas Islam Malang (Unisma) meluluskan 983 mahasiswa mulai jenjang sarjana hingga doktor, pada gelar prosesi wisuda ke-56, Sabtu (22/10). Dalam pidatonya, Rektor Unisma Prof Dr Maskuri M.Si, menyebutkan jika Unisma masuk dalam peringkat 42 besar dari 3.320 perguruan tinggi, baik negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Untuk bisa masuk dalam peringkat tersebut, berdasarkan kualitas sumberdaya manusia, manajemen dan keberhasilan perguruan tinggi dalam memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk dapat berprestasi di tingkat nasional.

Tak hanya itu, dari segi kualitas, beberapa program studi di lingkungan Unisma juga telah mendapat peringkat akreditasi A, seperti program studi Ilmu Hukum, program studi Manajemen dan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “Semoga dengan prestasi ini, prodi lain dapat terpacu untuk bisa naik peringkat dari B ke A, ucapnya dihadapan seluruh wali mahasiswa yang hadir. Ia menambahkan, prestasi mahasiswa tak akan menjulang tinggi jika kualifikasi dosen belum mumpuni. Beberapa dosen di Unisma bahkan telah mendapat perolehan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), yakni Dr.Ir. Hj. Mudawamah, MP dari Fakultas Peternakan, Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, MP dari Fakultas Pertanian dan Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Si., M.Kes dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Selain itu juga ada penghargaan sebagai penyaji terbaik dalam seminar hasil riset terapan, hibah bersaing dan unggulan perguruan tinggi Kemenristek-Dikti, yang disabet oleh Dr. Ir. Hj. Mudawamah, MP. dari Fakultas Peternakan.

Kualifikasi dosen dapat berimbas pada mahasiswa, salah satu contohnya, tahun ini Unisma berhasil memenangkan hibah PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dari Kemenristek-Dikti sebanyak 7 tim, bebernya. Saat ini, Unisma telah memiliki 13 orang Guru Besar, 66 orang Doktor dan 4 orang baru saja menyelesaikan pendidikan S3. Sementara itu, prosesi wisuda yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional tersebut, dimaknai mendalam oleh para panitia wisuda dengan mengenakan sarung. Maskuri membenarkan jika di hari yang istimewa tersebut, seluruh panitia mengenakan pakaian santri sebagai wujud penghormatan kepada para santri, yang telah memberi sumbangsih terhadap negeri. “Perkuliahan hari ini (Sabtu, Red), mulai pagi hingga malam, seluruh dosen dan mahasiswa juga kuliah mengenakan sarung,” ujar Maskuri dalam sambutannya. Maskuri juga menyinggung jika di tahun 2015, Unisma telah memulai tradisi perkuliahan memakai sarung. Karena itu, Unisma mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai pemrakarsa dan penyelenggara perkuliahan menggunakan sarung, dengan jumlah peserta terbanyak.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn