Konferensi Internasional Bahas Berbagai Keilmuan di Era Society 5.0

Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Konferensi Internasional secara daring, kemarin (29/10). Kegiatan yang menggandeng Forum Rektor Indonesia dan Forum Rektor PTNU tersebut diikuti oleh lebih dari tujuh negara dan empat kampus yang menjadi co host partner.

Diantara beberapa negara partisipan adalah dari Malaysia, Seoul Korea Selatan, Brunei Darussalam, Palestina, Rusia, Saudi Arabia, Sudan, Siria, Yaman, Timor Leste, Thailand dan Uzbekistan. Sementara empat kampus yang menjadi partner co host. yakni Universitas Samawa Sumbawa Besar, Universitas Muhammadiyah Sulawesi Utara, Perbanas Institute Jakarta dan Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menyampaikan konferensi internasional kali ini mengangkat tentang lintas disipliner ilmu atau multidisipliner. Artinya berbagai keilmuan dibahas dalam kegiatan itu. Rinciannya, multidisipliner tersebut dibagi menjadi tiga bidang. Yakni persoalan pendidikan dan agama, ilmu sosial atau humaniora serta bidang eksakta dan medis.

“Kegiatan ini dalam rangka ekspose berbagai hasil riset yang dimiliki dosen, baik dosen Unisma maupun dosen dari luar Unisma bahkan dari dosen luar negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan sebagai penguatan wawasan pengembangan keilmuan. Termasuk juga kemungkinan hilirisasi hasil riset,” terangnya.

Lebih lanjut, kolaborasi dalam agenda ini juga sangat pnting dilakukan. Sebab antar dosen yang bertemu akan saling memperkuat kajian keilmuan. Bahkan hasil dari konferensi ini nantinya juga akan dibuat semacam jurnal dan prosiding baik nasional maupun internasional.

“Peserta yang sudah daftar presentasi dalam konferensi internasional selama dua hari ini ada lebih dari 130 dosen. Baik dosen nasional maupun internasional. Dari unisma sekitar 60 dosen. Inilah wujud bahwa atmosfer akademik di Unisma sudah mulai tampak,” paparnya.

Kegiatan riset dosen di Unisma selalu didukung penuh oleh pihak kampus. Maskuri menyebutkan alokasi dana riset selama satu tahun di Unisma disiapkan sekitar Rp 5 Miliar. Selain itu, dari Kemendikbud juga telah mengalokasikan Rp 15 Miliar. “Sebab LPPM Unisma sudah dalam klater utama,” tambahnya.