Pacu Percepatan Pengembangan Inovasi Dosen, Dirjen HAKI Gandeng Unisma

Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Dokumen kesepakatan kerjasama sudah diteken pada Rabu (2/6) kemarin, di The Trans Luxury Hotel Bandung.

Kerjasama tersebut tentang perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual dan Technology and Innovation Support Center (TISC). Tujuannya untuk percepatan pengembangan Inovasi dan Haki para dosen khususnya di lingkungan Unisma.

Dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menggandeng 22 Perguruan Tinggi se Indonesia. Salah satu yang dipercaya adalah Universitas Islam Malang. Sebagai Perguruan Tinggi yang unggul, kompeten dan memiliki komitmen yang kuat dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Penentuan kampus-kampus tersebut merupakan hasil penilaian dan evaluasi dari Dirjen HAKI sendiri sebagai kampus-kampus yang selama ini sudah berjalan program riset dan patennya. Dan pilihan tersebut salah satunya jatuh ke Unisma. “Kami sendiri bukan kampus yang baru mengawali, tetapi sudah berjalan dan terus dikembangkan,” ujar Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si kepada New Malang Pos.

Ia mengatakan, perjanjian kerjasama tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Diantaranya dalam waktu dekat akan ada pelatihan-pelatihan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual berupa workshop dan diklat. Fokusnya untuk mendorong para dosen agar semakin giat melakukan penelitian, inovasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). “Jadi tidak sekedar hanya menghasilkan sesuatu, tetapi juga harus dipatenkan. Karena itu merupakan karya yang perlu dihargai dan berpeluang untuk mendapatkan reward,” katanya.

Unisma sendiri memiliki program pembiayaan hibah. Salah satu luaran yang dihasilkan adalah inovasi. Dengan adanya kerjasama dan pendampingan dari pihak Dirjen Kekayaan Intelektual tentu program tersebut akan terus berkembang.

Kedepannya akan ada pertemuan-pertemuan yang digagas oleh Dirjen HAKI sebagai upaya untuk mengevaluasi pencapaian dari program kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ini. “Dirjen mendorong kerjasama ini tidak hitam di atas putih. Tetapi harus ada hasil yang riil yang harus dibangun,” pungkasnya.