MALANG – Sebagai institusi akademik, Universitas Islam Malang (Unisma) terus menggenjot gelora penelitian untuk menghasilkan karya ilmiah yang mampu berkontribusi pada bidang keilmuan di Indonesia. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar seminar nasional dan workshop penulisan karya ilmiah berbasis penelitian dengan pemateri yang merupakan lulusan Universitas Adelaid Australia, Handoyo Puji Widodo, Ph.D.
Ditemui selepas mengisi acara, Handoyo mengaku bahwa cara meneliti yang baik adalah dengan berproses. “Meneliti itu harus melalui proses. Proses untuk terlebih dulu menyukai membaca, menganalisis, meneliti dan menulis. Jika prosesnya berjalan dengan benar, maka penelitiannya juga akan benar,” terangnya.Ia menambahkan, agar hasil penelitian bisa baik, seorang peneliti harus mengetahui teknik membaca, mengetahui sumber yang terpercaya, mengakses informasi yang benar, dan mengevaluasi informasi. Menurutnya ini sangat penting untuk menghindari adanya penelitian yang “abal-abal”.
Dalam seminarnya, ia mencoba menganalisis abstrak dari salah seorang mahasiswa. Kemudian mendiskusikannya dengan para audiens. Menurutnya, kebanyakan peneliti di Indonesia cenderung menulis secara “ngawang” dan kurang spesifik.Acara yang diadakan oleh program studi magister pendidikan bahasa inggris Unisma ini, digelar untuk melatih mahasiswa dan dosen penelitian. Hasil penelitian itu pun harus dipublikasikan.
Hal ini dibenarkan oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. Ia menyatakan, sebagai seorang akademisi, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu membuat karya ilmiah yang bagus, namun juga mampu memaparkan materi dan mempresentasikannya dengan baik.Dengan pencapaian yang ada, Rektor mengaku masih belum puas. Ia mengaku memiliki banyak program untuk membawa Unisma lebih berkembang lagi termasuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri.“Kami sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Australia, Singapura, Malaysia, China dan Thailand. Kerjasama ini yang akan terus dikembangkan,”




