HALAQOH DINIYAH STANDARISASI SIKAP ISLAMI MAHASISWA

Rois Aam PBNU KH. Miftakhul Akhyar, menegaskan kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma), untuk tidak menjadi bagian dari kelompok yang ikut-ikutan dalam memahami Islam Nusantara. Menurutnya, Islam Nusantara hanya istilah untuk membedakan paham keislaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah dengan yang lain.

Oleh karena itu, dalam materi Studium General dengan tema meneguhkan Islam Nusantara di Era Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat 5.0, Miftakhul Akhyar mengimbau kepada mahasiswa Unisma untuk memperdalam ilmu Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
“La Takun Imma ah, jangan jadi orang latah atau ikut-ikutan, dalam memahami Islam Nusantara, harus dikaji dari sudut pandang yang benar sesuai ajaran para ulama Aswaja,” terangnya, dalam acara Halaqah Diniyah 2019 untuk mahasiswa baru Unisma, Kamis (5/9).

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, KH. Miftakhul Akhyar berharap mahasiswa Unisma menjadi generasi yang berwawasan luas. Acara Halaqah diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka wawasan mereka terhadap situasi global. Termasuk diantaranya tentang Keaswajaan dan Islam Nusantara.

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., mengatakan Halaqah Diniyah merupakan agenda tahunan untuk membekali mahasiswa baru dengan kajian keilmuan. Baik tentang akidah, syariat atau akhlak.

Halaqah Diniyah sebagai upaya Unisma dalam mempersiapkan  generasi yang Ulama Intelektual Profesional, dan Intelektual Profesional yang Ulama.

“Ini bagaian yang tidak terpisahkan untuk menjadikan Unisma sebagai kampus kebanggan NU,” ucapnya.

 

Share this: