Malang.Senin (18/01/2016) Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Universitas Islam Malang (Unisma) menghelat acara Kuliah Umum Kewirausahaan. Acara ini dilaksanakan di Hall Usman Mansur gedung Al Hanafi (twin C), berlangsung dari pukul 09.30-11.00 WIB. Acara tersebut merupakan serangkaian acara LUSTRUM ke-7 Unisma ini mengangkat tema “Membangun Ekonomi Indonesia Menghadapi Persaingan Global” dengan menghadirkan langsung Hary Tanoesoedibjo CEO MNC Grup yang merupakan praktisi wirausaha yang sukses.
Prof. Dr. Maskuri M.Si selaku Rektor Unisma membuka acara dengan memberikan motivasi “Siapa yang menguasai media, maka dia mengusai dunia. Tokoh, kreator, tokoh inovator dan tokoh enterpreneur yang hadir saat ini mudah-mudahan memberikan inspirasi baru bagi seluruh sivitas akademika Unisma, khususnya mahasiswa.” Tuturnya. Rektor juga berharap Hary Tanoesudibjo melalui MNC grup dapat terus menjalin kerja sama dengan Unisma kedepannya. Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh sekitar 500 mahasiswa yang berasal dari berbagai Fakultas dan beberapa alumni Unisma, seperti Daniel Zuchron, komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam kesempatan tersebut, pemilik perusahaan media terintegrasi terbesar di Asia Tenggara tersebut memberikan sumbangan beasiswa untuk 10 mahasiswa Unisma yang berprestasi.
Selama satu jam Hary Tanoesoedibjo memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Unisma. Dalam paparannya Hary menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia memiliki penopang yang rapuh sehingga di tahun 2016 ini menjadi tahun penuh tantangan untuk semua, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Meningkatkan investasi yang masuk dan meningkatkan penerimaan pajak menjadi salah satu cara untuk mengatasi perekonomian Indonesia. Dengan melihat permasalahan yang ada dan mengembalikan Indonesia menjadi negara swasembada adalah langkah awal untuk membangun ekonomi Indonesia bersaing secara global. “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memenuhi kebutuhannya sendiri.” Tegasnya. Mahasiswa dituntut untuk bekerja keras, bekerja militan dan berinovasi agar dapat menopang ketertinggalan Indonesia dengan negara lain.
“Saya sangat senang dan beruntung bisa hadir di acara Kuliah Umum ini karena banyak mahasiswa yang ingin mengikuti namun terkendala dengan terbatasnya peserta. Di sini saya mendapat banyak ilmu baru mengenai perekonomian Indonesia. Saya berharap kepada mahasiswa sebagai agen perubahan dapat membawa Indonesia lebih maju lagi terutama dari segi ekonomi.” Kata Andreansyah Ahmad mahasiswa semester 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Di akhir kuliah pengusaha yang masuk dalam kategori orang terkaya ke-22 versi majalah Forbes ini mengatakan “Sukses adalah suatu proses dan sukses harus dibangun. Sukses tidak mengenal usia. Sukses tidak tergantung masa lalu. Lahir miskin itu bukan suatu kesalahan, namun mati tetap dalam keadaan miskin adalah suatu permasalahan.” Pungkasnya. (uni)




