Universitas
Islam Malang

SETETES DARAH KITA ADALAH KEHIDUPAN BAGI ORANG LAIN

Malang. Rabu, 16/01/2016, Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mengadakan acara donor darah dalam rangka Lustrum ke- 7 bersama Social Emergency Response (SER)- NU PWNU Jawa Timur, dan juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Daerah Dr. Soetomo Surabaya.  Acara donor darah yang diselenggarakan di Lobi gedung Utsman Bin Affan (Gedung twin B) lantai dasar. Sejak dibuka pendaftaran untuk para calon pendonor pada pukul 09.00 hingga pukul 10.30 jumlah calon pendonor adalah134 orang.

Dalam sambutannya, Prof. Maskuri, M.Si selaku Rektor Unisma, mengatakan bahwa Unisma akan terus melakukan kegiatan sosial seperti donor darah yang dilakukan untuk membuktikan bahwa Unisma memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi. Ia  berharap agar kegiatan sosial ini akan terus diadakan tidak hanya di Unisma, tetapi juga di tempat-tempat lain dan dapat ditiru oleh lembaga- lembaga lain. “Karena setetes darah kita bisa menjadi kehidupan bagi orang lain yang membutuhkan.” Pungkasnya.

Calon pendonor diarahkan untuk masuk  tempat khusus yang ada fasilitas velbed dan perlengkapan donor darah lainnya. Fahmi, peserta donor darah dengan nomor urut 26 menceritakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya melakukan donor darah. “Awalnya saya mengira donor darah itu sakit, tapi  setelah saya merasakannya sendiri sedikit pun saya tidak merasakan sakit. Selain untuk kegiatan sosial saya melakukan pendonoran darah ini untuk kestabilan kesehatan saya “, ujarnya. Setelah proses pengambilan darah selesai, para peserta diberi bingkisan yang berisi susu, roti, dan juga beras untuk memulihkan kondisi para pendonor.

Ditengah berlangsungnya acara, salah satu pendonor yang baru saja keluar dari ruang pendonoran tiba- tiba jatuh pingsan di depan stand pengambilan bingkisan yang memicu kepanikan peserta pendonoran darah yang sedang menunggu di kursi- kursi antrian. Dengan sigap para petugas pendonoran darah segera membantu dan melakukan pertolongan pertama  peserta yang jatuh pingsan. Peserta yang pingsan diangkat menepi untuk dilakukan tindak lanjut. Suasana acara pendonoran darah kembali kondusif dan kembali dilanjutkan seperti semula.

Acara donor darah yang dihelat Unisma tersebut terbilang sukses mengingat persediaan 120 vitamin Hufabion panitia habis, hingga harus menambah pasokan vitamin lagi. Antusiasme pendonor darah di lingkungan civitas akademika Unisma, mulai mahasiswa, dosen, dan karyawan Unisma membanggakan. Ke depan, acara donor darah di Unisma akan digelar rutin tiap tiga bulan sekali.(Dib&Tin)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn