Universitas
Islam Malang

MAHASISWA THAILAND PAMER TARI SERIBU JARI DI UNISMA

MALANG. Senin, 23/5/2016, 27 mahasiswa Fakultas Studi Internasional, Prince of Songkla University (PSU) Kampus Phuket, unjuk kemampuannya dalam acara Thailand’s Day di Gedung Utsman Bin Affan, Universitas Islam Malang (Unisma). 27 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa program Summer Camp. Summer Camp berlangsung selama enam pekan, mulai awal 28/4 hingga tanggal 15/6 nanti.

Selama enam pekan mereka belajar bahasa dan budaya Indonesia di kampus Unisma. 27 mahasiswa PSU tersebut juga mendapat nama-nama Indonesia, seperti Karno, Ita, Sani, Alda, Wawan, Anto, dan lainnya. 12 mahasiswa perempuan menarikan tari Manora yang disebut juga dengan tari sejuta jari karena formasi tariannya membentuk jajaran yang memungkinkan jari-jari masing-masing penari bergerak bergantian sehingga menimbulkan efek banyak jari tangan yang sedang bergerak bersama. “Saya ingin teman-teman di Unisma tahu tarian Manora yang indah ini.” Ungkap Lila, salah satu mahasiswa PSU, dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Hj. Novi Arfarita, SP, MP, M.Sc, PhD, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisma menyatakan bahwa penampilan mahasiswa PSU kali ini adalah semacam pemanasan untuk pentas penutupan acara Summer Camp, pertengahan Juni nanti. Pada kesempatan itu, Karno, salah satu mahasiswa PSU menyampaikan presentasi terkait destinasi wisata Thailand yang terkenal, festival-festival yang kerap diselenggarakan di Thailand yang banyak menyedot kunjungan wisatawan, seperti Loy Krathong yang dilakukan di sungai Chao Praya. “Thailand adalah negeri seribu pagoda. Indonesia juga punya banyak candi yang menunjukkan pengaruh Budha di masa lalu.” Ungkap Karno yang lancar berbahasa Indonesia. Ia berharap pertunjukan tari, presentasi destinasi wisata Thailand, perayaan aneka festival minuman herbal, serta presentasi makanan khas Thailand di hadapan mahasiswa Unisma akan membuat relasi Indonesia dan Thailand kian dekat.

Di akhir acara para mahasiswa Thailand juga menyajikan minuman herbal yang populer, seperti wedang rosella, wedang sereh, wedang plum, dan lainnya. Sementara para dosen pengampu matakuliah bahasa dan budaya Indonesia, beserta tutor dan guide menyajikan wedang temulawak dan jajanan pasar seperti lupis, cenil, grontol, dan lain-lain.Tutor dan guide yang merupakan mahasiswa Unisma menyajikan tari Jejer Grandrung Banyuwangi.  Wakil Rektor I Unisma, Prof. Dr. H. Junaidi, PhD menyatakan bahwa program tersebut juga menunjukkan bahwa Unisma merupakan kampus multikultural yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia. “Kami berharap, atmosfir world class University terbentuk, salah satunya melalui program pertukaran mahasiswa asing, seperti Summer Camp ini.” Pungkasnya. (AA)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn