Universitas
Islam Malang

fk unisma

Ahlinya Cetak Dokter Muslim Berkarakter

KOTA MALANG – Berupaya mencetak dokter-dokter muslim yang baik, Unisma terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Dekan FK Unisma dr H R Muh. Hardadi Airlangga SpPD menjelaskan, tekadnya adalah mencetak dokter muslim yang berkarakter. “Dokter itu harus memiliki karakter yang baik. Di kampus kami sebelum mendapat gelar dokter, mereka dipastikan sudah berkarakter. Sikap berkarakter itu antara lain jujur, disiplin, professional, bijaksana, memiliki keberanian, tolong menolong, dan mampu menjaga diri dari godaan-godaan yang menyesatkan, ”jelas Hardadi.

Untuk membentuk karakter tersebut, lanjut Hardadi, Unisma memiliki program-program khusus yang wajub dilaksanakan FK. Seperti program wajib pemondokan. Mahasiswa baru dan mahasiswa yang akan lulus harus menjalani program pemondokan tersebut. Selama masa pemondokan, mahasiswa menjalani berbagai macam berbasis islami. “Selama masa pemondokan itu, karakter mahasiswa dibentuk sebaik mungkin. Kalau mereka belum lulus pemondokan, ya tidak akan diluluskan atau diwisuda, ”lanjutnya.

FK Unisma memiliki program unggulan yang berbeda dengan FK di universitas-universitas lainnya di Indonesia. Yakni FK Unisma lebih focus mengadakan dan mengembangkan penelitian herbal. Dosen-dosen yang bertugas mengajar di FK Unisma berasal dari lululsan-lulusan universitas terbaik di dunia. Tidak heran, penelitian mahasiswanya sering menembus kancah internasional.

Kini, Fakultas Kedokteran Unisma terus menjalin kerja sama dengan internasional dengan universitas ternama. Di antaranya, Guang Zou Hospital of China, Hubei University of China, Yamaguchi University of Japan, dan Medical Capital University of Beijing China.

Tahun ini, kampus yang terletak di Jl. MT Haryono 193, Kota Malang ini hanya akan menerima 90 calon mahasiswa FK. Sebenarnya, FK Unisma memiliki kuota yang bias menerima mahasiswa lebih banyak. Namun, Unisma tidak ingin nantinya tidak maksimal dalam mendidik karena terlalu banyak mahasiswa. “Dikit saja mahasiswa, tapi berkualitas semua. Sehingga nanti kebanyakan malah kuwalahan  tidak maksimal ngajarnya. Orang tua magasiswa sudah menitipkan anaknya ke Unisma, kami tidak mau mengecewakan, ”tegas Hardadi.(tan/c2/mas)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn