Universitas
Islam Malang

FE UNISMA

CPA TEST CENTER RESMI DIBUKA di FE UNISMA

Pada Hari Jumat 8 april 2016  lalu, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang menyelenggarakan Seminar Roadmap Profesi Akuntan Publik di Indonesia. Acara yang digelar di Hall Seminar K.H Oesman Mansoer, Lantai 3 Universitas Islam Malang ini dihadiri oleh mahasiswa yang terdiri dari beberapa Universitas yang ada di sekitar Malang. Baik mahasiswa, dosen, serta Civitas Akademika lainnya. Acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta pemahaman peserta, khususnya mengenai program CPA terbaru serta perkembangan Profesi Akuntan di Indonesia dan Standar Profesi Akuntan Publik terkini. Para peserta pun terlilhat antusias dengan topik yang dibawakan, hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan selama kegiatan berlangsung.

Selain kegiatan seminar profesi akuntan, Peresmian dan Pembukaan CPA Test Center serta penandatanganan kerjasama (MoU) antara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan  Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menjadi acara yang tak kalah penting hari itu. MoU yang menandakan terjalinnya hubungan kerjasama antara Universitas Islam malang khususnya Fakultas  Ekonomi dengan IAPI ini, bertujuan untuk membuka peluang yang lebih antara institusi profesi Akutan Publik dengan Akademisi, sehingga terbangun kesinambungan antara dunia profesi dengan akademik.

Dalam sambutan, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang, Nur Diana SE, MSi mengungkapkan, terbukanya mutual agreementMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terdapat sejumlah profesi yang bisa bekerja antarnegara, salah satunya adalah Akuntan. Oleh karena itu, lulusan Akuntansi harus mampu bersaing secara internasional. Salah satu upayanya  yang sekarang dibangun FEB Unisma adalah menjalin kerjasama dengan IAPI dalam rangka pembukaan CPA Test Center dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi serta menjembatani dunia akademik dengan profesi. Di samping itu, untuk mempersiapkan para insan akademik  saat ini memasuki  Masyarakat Ekonomi ASEAN. Beliau menambahkan tentang keprihatinannya dengan jumlah CPA negara Indonesia lebih sedikit dibandingkan negara ASEAN lain, seperti Singapura, Malaysia. Thailand punya 6000 CPA, sementara Indonesia hanya punya kurang 2000 CPA padahal wilayah dan jumlah penduduknya yang terbesar di ASEAN. Namun kebutuhan jasa akuntansi dan auditing memerlukan sejumlah besar akuntan publik bersertifikat (Certified Publik Accountant, CPA) dengan tingkat kompetensi yang tinggi.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn