MA Subulah Salam dan SMAN Sumber Pucung Berjaya di ajang kompetisi Voli antar SMA se Kota Malang yang digelar Universitas Islam Malang (Unisma). Tim putra MA Subulash Salam berhasil merebut piala Rektor Unisma mengalahkan SMK Mutu Gondanglegi di posisi ke dua, SMK Nasional Malang posisi ketiga dan harapan 1 diraih SMAN 1 Turen. Sedangkan untuk kategori putrid, juara pertama dimenangkan SMAN 1 Sumber Pucung, kedua SMKN 7 Malang, ketiga SMAN 9 Malang, dan harapan satu putrid adalah SMK Nasional Malang. Tim-tim tersebut menerima piala, uang tunai dan juga dispensasi secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri MSi.
Babak Final Pertandingan Voli antar SMA seKota Malang digelar di Unisma. Lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-34 itu diikuti oleh 46 tim, masing-masing tim beranggotakan 12 pemain. “Digratiskan SPP satu semester dan Pemotongan DPP sebesar 50 persen bagi mereka yang mendapatkan juara satu, hingga harapan satu. Selain piala atau tropi dan uang tunai yang mereka dapatkan tentunya, “jelas ketua Hasan Zayadi, Ketua Koordinator lomba pada Dies Natalis ke-34 Unisma. Ia juga menambahkan rincian hadiah uang tunai yang akan dibagikan kepada para juara, yakni sebesar RP. 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 ribu untuk juara kedua, Rp 750 ribu untuk juara ketiga.
Dekan Fakultas Ekonomi Unisma sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis, Nur Shodiq Askandar, SE. MM., mengharapkan dengan adanya ajang itu bisa menjadi perhatian bagi PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dan juga sekolah-sekolah yang berpatisipasi terkait dengan perkembangan voli dan juga prestasi akademik dan olah raga. “PBVSI bisa lebih memperhatikan kegiatan kompetisi intra institusi pendidikan, karena pada ajang-ajang tersebutlah para bibit-bibit bisa terlihat, selain itu memacu mereka untuk bisa berprestasi di olahraga voli. Lalu juga dengan adanya beasiswa yang diberikan kepada para juara semoga dapat meningkatkan prestai olahraga mereka dan juga akademiknya, ” ungkap Nur Shodiq.
Ia menambahkan, dispensasi berupa penggratisan SPP dan pemotongan DPP itu berlaku untuk hampir semua jurusan yang ada di Unisma kecuali kedokteran.




