
Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberikan bantuan dana untuk mengembangkan kampus Universitas Islam Malang (Unisma).
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf dalam acara penutupan Orientasi Kehidupan Kampus (OSHIKA) Mahasiswa Baru Universitas Islam Malang, Kamis (18/9) kemarin.
Gus Ipul sapaan akrabnya menilai, Unisma layak mendapat bantuan dana dari pemerintah. Karena Unisma mengembangkan dua hal dalam kehidupan mahasiswa. Pertama. Pengembangan kehidupan spiritual dan kedua, kecerdasan intelektual.
Oleh sebab itu, produk lulusan yang dihasilkan Unisma tidak sekadar cerdas secara keilmuan. Akan tetapi juga secara spiritual. Namun, Gus Ipul tidak menyebut bantuan seperti apa yang bakal diberikan terhadap Unisma,”jelasnya.
“Yang jelas bantuan yang akan kami berikan untuk mendukung pengembangan di Universitas Islam Malang,”jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerap menggunakan peci hitam ini berpesan terhadap mahasiswa baru Unisma, supaya turut mengembangkan bangsa. Baik dari sisi ilmu pengetahuan ataupun pengembangan Agama Islam.
Hal ini tidak terlepas dan sangat mungkin dicapai lantaran Unisma merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. “Semoga diantara kalian ada yang dapat menjadi pemimpin di Indonesia,”ungkapnya dihadapan 2.875 MABA Unisma.
Secara terpisah, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Surahmat, M.Si menyambut baik rencana tersebut. Bantuan dari Pemprov Jatim sebaiknya lebih pada pengembangan sarana Rumah Sakit Islam Unisma. Sebab, bantuan tersebut sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas RSI Unisma yang sekarang masih tipe C. “Kedepan harapan kami RSI Unisma sudah menjadi tipe B, kami akan berupaya maksimal,”kata Prof. Dr. H. Surahmat, M.Si.
Guru besar Matematika itu menambahkan, apabila kualitas RSI Unisma menjadi tipe B, dapat berdampak positif terhadap kualitas pendidikan Unisma, terutama jurusan Kedokteran. Sekaligus RSI Unisma sudah menjadi kebanggan NU Jawa Timur.
Saat ini, Unisma masih memperbaiki diri untuk peningkatan kualitas pendidikan. Perbaikan tersebut baru sebatas pengembangan sarana dan prasarana kuliah. “Kedepan kami juga akan fokus pengembangan RSI Unisma,”tambahnya.




