MALANG- Pendidikan Islam Multikultural menjadi salah satu andalan di Universitas Islam Malang (Unisma). Sebab, untuk jenjang doctoral, program studi ini adalah satu-satunya di Indonesia.
“Program S3 Pendidikan Agama Islam Multikultural baru kali pertama dibuka di perguruan tinggi untuk jenjang doctoral, dan program ini menarik minat banyak kedutaan besar dari berbagai Negara, ” ungkap Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri , M.Si dalam kunjungannya ke kantor Malang Post.
Program S3 ini lahir dari keberadaan Program Pendidikan Agama Islam, yang merupakan program tertua di Unisma, didirikan pada tahun 1963 dengan nama fakultas Tarbiyah Wa Taklim NU.
Prof. Dr. H. Maskuri M.Si menuturkan, Islam di Indonesia memilki banyak keragaman yang kemudian menjadi keunggulan. Potensi itu disisi lain memicu konflik tapi disisi lainnya menjadi kekayaan nusantara. Betapa tidak, ada banyak tradisi dalam Islam di Indonesia. Ada tahlil, istighosah, salawat, dan lainnya. Indonesia juga memilki banyak kitab Islam klasik yang selama ini jarang diungkap.
“Itulah yang membawa ketertarikan para atase kedutaan dari berbagai Negara untuk belajar ke Unisma, ” urainya.
Unisma sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU), tak henti – hentinya menyebarkan spirit kekayaan ini di berbagai kesempatan. Seperti dituturkan Prof. Dr. H. Maskuri M.Si, pernah suatu ketika rombongan dosen dan karyawan Unisma beribadah Umroh. Saat di Masjid Nabawi, rombongan sekitar 60 orang melakukan istighotsah dan menjadi pusat perhatian masyarakat yang ada di sana.
Lebih jauh Prof. Dr. H. Maskuri M.Si Rektor Unisma itu menjelaskan, sebagai salah satu perguruan tinggi yang dinamis, dalam waktu dekat juga akan dibuka Magister Kenotariatan dan Peternakan di Unsima. Meski terus menambah prodi baru, Unisma juga memberi perhatian besar pada ketentuan rasio dosen dan mahasiswa.
“Kami kawal betul peraturan dikti terkait rasio dosen dan mahasiswa, sebagai bentuk komitmen mutu, ”.




