Universitas
Islam Malang

Kemensos Ajak Unisma Garap Desa Produktif

MALANG KOTA–  Kesejahteraan desa tertinggal menjadi focus Kemensos (Kementerian Sosial) di tahun 2015 ini. Salah satunya dengan menyiapkan 50 desa produktif. Untuk menyukseskan program itu, Kemensos membuka pintu dan mengandeng Perguruan Tinggi (PT).

Salah satu kampus di Kota Malang yang ketban sampur adalah Universitas Oslam Malang (Unisma). PT swata kawasan Dinoyo itu dipilih karena pengabdiannya fokus pada kesejahteraan dan pemberdayaan. “Kami juga perlu menggandeng institusi pendidikan agar program yang baik ini dapat berjalan maksimal,  ”ujar Mensos Khofifah Indar Parawansa usai menjadi pembicara dalam seminar nasional dalam penguatan Ekonomi Masyarakat malalui Sosial Interpreneur Menyongsong MEA 2015 di Unisma.

Desa produktif yang dimaksud adalah desa yang bisa dikatakan sejahtra. Yakni tuntas kemiskinan, rumah layak huni, dan bebas dari keluarga gizi. Secara teknis, tugas Unisma yaitu medampingi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat di desa-desa. “Unisma kami berikan kebebasan untuk menggarap wiayah di seluruh Jawa Timur (Jatim) , ” kata dia.

Saat ini, Kemensos juga sedang mencari mitra untuk pembinaan. Untuk memudahkan pendataan, pihaknya pemerintahkan dinas social (Densos) di daerah untuk melakukan pemetaan kawasan yang di anggap perlu diberdayakan. “Yang lebih tahu potensi daerah amupun kekurangan adalah dinas social setempat,  ”tambahnya. “Mengenai daerah mana, kami belum memutuskan. Makanya, setiap dinsos harus melakukan pemetaan, ”ucap dia.

Sementara itu, Unisma sendiri menyambut baik ajakan Kemensos untuk meningkatkan keberdayaan di desa-desa wilayah Jatim. Apalagi sepuluh tahun belakangan ini, kampus hijau itu sudah membina 10 kabupaten di Jatim. Mukai Bondowoso, Pasuruan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Sampang dan Madura.

Rektor Unisma Prof Masykuri Bakri mengatakan, tahap pertama pihaknya akan memetakan wilayah Kabupaten Malang. Fokusnya pembinaan para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) maupun mantan-mantan TKI. “Jangan sampai hasil jerih payahnya habis sia-sia. Kami akan membina agar para TKI produktif mengelola uang untuk modal usaha,  ”terangnya.

Bentuk kerjasama antara Kemensos-Unisma ini, menurutnya merupakan kemitraan. Artinya, Kemensos menyiapkan pendanaan untuk pemberdayaan desa, sementara Unisma menyiapkan tenaga ahlinya. “Untuk menguatkan kerja sama, dalam seminggu kedepan, draf kerja sama sudah siap, ”tegasnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn