MALANG. Selasa, 23/02/2016 Universitas Islam Malang menghadirkan direktur utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, Eko Prasetyo. LPDP merupakan Badan Layanan Umum (BLU) terbaik yang ada di Indonesia. LPDP dibentuk sebagai amanat UUD 1945 yang dalam salah satu pasalnya berbunyi sekurang-kurangnya 20% Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan untuk pendidikan. Pemerintah dan DPR RI pada tahun 2010 melalui UU Nomor 2 tahun 2010 tentang APBN-P 2010 menyepakati bahwa sebagian dana dari alokasi dana fungsi pendidikan dalam APBN-P tersebut dijadikan sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana abadi (endowment fund) oleh sebuah Badan Layanan Umum (BLU).
Pada tahun 2011, Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyepakati bahwa pengelolaan DPPN dan pemanfaatan hasil pengelolaan dana tersebut akan dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan namun pejabat dan pegawainya merupakan gabungan antara pegawai Kementerian Keuangan dan pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menteri Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 252/PMK.01/2011 tanggal 28 Desember 2011 menetapkan Organisasi dan Tata Kelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan sebagai sebuah lembaga non eselon yang langsung bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan berpedoman pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Penyantun LPDP (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Keuangan, dan Mensteri Agama). Melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 18/KMK.05/2012 tanggal 30 Januari 2012, LPDP ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola keuangan Badana Layanan Umum.
Demikian ringkasan sejarah berdirinya LPDP yang disampaikan oleh Direktur utama LPDP, di hadapan 250 peserta sosialisasi program dan beasiswa LPDP di hall Usman Mansur. Sosialisasi tersebut tidak saja diikuti dosen dan mahasiswa di lingkungan Unisma, tetapi juga para dosen dan mahasiswa PTN/PTS se Malang Raya. Eko menyatakan, ada empat skim beasiswa yang dikelola oleh LPDP, yakni Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Magister/Doktor, Beasiswa dokter spesialis, Beasiswa tesis/disertasi dan beasiswa afirmasi yang ditujukan bagi para sarjana S1 dari daerah #T (tertinggal, terluar, terdepan).
Program LPDP dirancang untuk membentuk dan mencetak pemimpin masa depan Indonesia. Pemimpin dalam arti bahwa mereka yang mampu memengaruhi masyarakat dan lingkungannya dengan aktivitas yang dilakukannya. Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menyatakan bahwa pihaknya berterimakasih LPDP berkenan melakukan sosialisasi program dan beasiswa LPDP di Unisma. “Unisma terus berkomitmen mencetak sumber daya mahasiswa dan dosen yang berkualitas. Tentu dengan sinergi dari LPDP, komitmen tersebut segera dapat diwujudkan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.” Rektor Unisma juga menyatakan berbangga karena lima dosen terbaiknya menjadi reviewer nasional LPDP yang bertugas menyeleksi calon penerima beasiswa. “Kami akan pasok lagi dosen-dosen terbaik kami untuk LPDP.” Tuturnya. Ia juga mengatakan bahwa mahasiswa Unisma sudah ada yang lolos program beasiswa doktor melalui LPDP ke Ohio State University, Amerika Serikat. “Ke depan saya berharap lebih banyak lagi mahasiswa Unisma yang meraih beasiswa LPDP, dosen yang didanai tesis dan disertasinya, serta lolos Riset Inovatif Produktif (Rispro).” Pungkasnya.
Para peserta yang datang dari berbagai PTN/PTS antusias bertanya seputar beasiswa magister dan doktor, juga beasiswa bantuan tesis dan disertasi. Teguh, salah satu alumni Program Studi Matematika dan Durrotun Nasihah, alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unisma yang sudah mengajar di SMP 13 kota Malang berharap mendapat banyak informasi yang dibutuhkan seputar beasiswa magister. “Saya ingin melanjutkan studi magister matematika.” Tutup Teguh semangat. (AA)




