
Malang. 21/09/16 Pelaksanaan Masa Transformasi dan Pengembangan Karakter Bagi Mahasiswa Baru (Master Maba) Universitas Islam Malang (Unisma) pada minggu pertama kali ini disambut dengan antusiasme mahasiswa baru. Pada minggu pertama kali ini acara dimulai dengan dilaksanakannya apel pagi di tiga tempat yang berbeda, yakni Masjid Ainul Yaqin, halaman depan dan di halaman tengah kampus hijau Unisma.
Pelaksanaan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mahasiswa baru dalam rangka mengembangkan karakter mahasiswa baru. Master maba ini diadakan selama 9 pertemuan selama hari Rabu dimana mengimplementasikan tiga karakter yakni karakter cinta ilmu, cinta agama dan cinta tanah air.
Ada tiga putaran dalam 9 pertemuan, setiap fakultas akan bertemu pada tiga bidang tersebut sebanyak tiga kali. “Minggu ini sesuai dengan pembagian, misal Grup A yang terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Peternakan masuk di karakter ilmiah, pertemuan kedua berputar menjadi karakter Keindonesiaan, dan pertemuan ketiga menjadi karakter Islami.”ungkap Ketua Panitia Master Maba, Dr. Dwi Susilowati, SP., MP.
Karakter Ilmiah ini bertujuan agar setiap mahasiswa mampu menyusun Proposal Kreativitas Mahasiswa (PKM) . “Mahasiswa dibagi ke beberapa kelas untuk karakter ilmiah, satu kelas di fasilitator oleh satu dosen dan tiga mahasiswa yang pernah didanai oleh Dikti dan juga dari BEM Fakultas.” tuturnya.
Pengembangan karakter kedua yakni karakter Keindonesiaan bertujuan untuk mengetahui bakat setiap maba. “Dengan adanya master maba ini kita bisa tahu bakat mahasiswa tersebut sudah sejauh mana.” Tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam master maba ini mengacu dari kuisioner online yang diisi oleh mahasiswa. “Kuisioner ini merupakan data maba itu mempunyai bakat apa, dan dengan master maba ini merupakan pembuktiannya.” tambahnya.
Sementara itu, pengembangan karakter ketiga yakni Karakter Islami yang bertujuan untuk maba ketika sudah lulus bisa membaca Al Quran. “Nanti mahasiswa disini memang dilihat kemampuan dalam membaca Al Quran.” Ujarnya. Setelah acara ini nantinya untuk yang belum lancar dalam membaca Al Quran akan dibina oleh Lembaga Pengkajian Islam dan Keaswajaan.
Ia juga menerangkan bahwa Master maba ini merupakan syarat kedepannya untuk mempermudah proses akademik. “Akan ada sertifikat yang diberikan setelah ini, untuk yang lulus dapat menjadi syarat untuk yudisium, pengajuan beasiswa, dan mendaftar menjadi pengurus organisasi mahasiswa” tutupnya (nin)




