Universitas
Islam Malang

Menebar Virus Peduli Ekologi dan Keanekaragaman Hayati

Rabu, 5 Agustus 2015, Fakultas MIPA, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang (Unisma) menghadirkan Prof. Inocencio E. Buot, Jr, PhD, Guru besar di bidang botani, ekologi dan environmental sciences dari  University of Philippines Open University dan University of the Philippines Los Banos

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I, Drs. H. Junaidi, P.hD menyatakan bahwa Unisma sedang mengembangkan riset dan penelitian dosen secara internasional, termasuk mempublikasikannya di jurnal internasional. Maka kegiatan kuliah tamu dari Profesor Buot adalah salah satu upaya mendekatkan dosen Unisma dengan kegiatan penelitian yang akan dipublikasikan secara internasional.

Mewakili Rektor Unisma, Wakil Rektor I menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan University of Phillippines Open University dalam bidang pertukaran akademik, pertukaran mahasiswa, melaksanakan proyek riset, menyelenggarakan simposium dan kuliah, pertukaran materi dan informasi, mempromosikan kerjasama di bidang yang menjadi kepentingan bersama, dan mempromosikan kerjasama akademik lainnya yang disetujui bersama.

Masalah yang diangkat oleh Prof Buot adalah Ecology, Biodiversity and Society in a Changing World  (Ekologi, Keanekaragaman Hayati dan masyarakat dalam Dunia yang Berubah). Semua disiplin ilmu bertanggung jawab terhadap ekologi dan keanekaragaman hayati. Masalahnya adalah bagaimana mensosialisasikan ekologi dan keanekaragaman hayati kepada semua orang dengan bahasa yang mudah dipahami. Guru besar yang suka naik gunung ini menawarkan untuk membangun koridor keanekaragaman hayati yang terdiri dari enam koridor: koridor lanskap, area inti, koridor linier, area penggunaan keberlanjutan, koridor batu loncatan, dan zona penyangga. Ia juga menyarankan untuk mendayagunakan sosial media dan aplikasi media di ponsel pintar (Smartphone) untuk mengkampanyekan ekologi dan keanekaragaman hayati.

Ekologi adalah interaksi hubungan. Kesehatan ekologi adalah bidang ilmu yang memerlukan interaksi dengan bidang ilmu yang lain seperti biologi kesehatan, kesehatan fisik, kesehatan sosiokultural, kesehatan ekonomi dan politik, kesehatan manusia. Profesor Buot juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang ketika meletus juga mempersubur lahan di sekitarnya, maka peneliti ekologi Indonesia memiliki banyak bahan untuk diteliti, khususnya yang berkait dengan ekologi dan keanekaragaman hayati. Kepada mahasiswa Unisma, ia mengingatkan agar menggali kearifan lokal yang dimiliki Indonesia dan Asia untuk mengelola lingkungan yang lebih ramah untuk dihuni.

Kuliah tamu dari Profesor Buot diharapkan oleh 40 dosen dan mahasiswa Unisma yang hadir, khususnya dari MIPA, Pertanian, dan Peternakan dapat membuka cakrawala pengetahuan bahwa ekologi adalah ilmu yang bergantung pada bidang ilmu lain, dan memiliki implikasi penting terhadap keberlangsungan kehidupan banyak makhuk hidup. Maka mengajak orang lain peduli adalah hal utama yang harus dilakukan oleh peneliti ekologi yang ada di Universitas seperti Unisma.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn