MALANG. Senin, 13/02/2016, pendiri dan dosen senior Moslem CollegeLondon, Inggris Raya datang ke Universitas Islam Malang (Unisma). Mereka adalah Dr. Mohammed Bin Utsman (Benotman) dan Dr. Faissal Hameed. Kedatangan mereka berdua adalah dalam rangka memberi kuliah tamu (guest lecture) kepada sivitas akademika Unisma.
Prof. Dr. Maskuri, M.Si, Rektor Unisma menyatakan rasa terimakasih dan hormatnya kepada kolega dari Moslem College London yang bersedia datang di Unisma untuk memberikan pengetahuan seputar keberadaan Moslem College London dan perspektif Islam di dunia barat. “Kami merasa terhormat sebab saudara muslim dari benua Eropa, khususnya Inngris Raya berkenan hadir bersama kami ruang yang mulia ini untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai Islam.” Kata Rektor Unisma membuka sambutannya. Lebih jauh ia mengatakan bahwa Unisma siap bekerjasama dengan Moslem Colleg London untuk mengembangkan serta menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah yang dijalankan oleh Unisma. “Islam di Indonesia adalah Islam yang cinta perdamaian, tidak suka kekerasan dan selalu mengedepankan nilai-nilai toleransi.” Tuturnya.
Dr. Mohammed mengungkapkan bahwa Moslem College London merupakan lembaga college muslim pertama yang ada di Inggris Raya (United Kingdom/UK), yang berdiri sejak 1983. Moslem College London merupakan college yang terakreditasi dalam Accreditation Service for International Colleges (ASIC). Institusi tersebut menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, memiliki lembaga mahasiswa internasional, institusi yang berkualitas baik, dan mendapatkan validasi dari Lembaga Pendidikan Al Azhar di Kairo, Mesir. Keunggulan dari Moslem College London adalah institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis Islam, aktif menyelenggarakan dialog antarumat beragama, memiliki mahasiswa dari latar belakang yang beragam, dan memiliki tim pengajaran yang bereputasi internasional. “Banyak Imam masjid di UK adalah lulusan kami.” Cetusnya panjang lebar di hadapan sekitar 50 dosen Unisma. Ia juga menyatakan bahwa saat ini ada sekitar 1500 masjid yang tersebar di Inggris Raya, hal itu menunjukkan bukti bahwa Islam telah berkembang baik di Eropa, khususnya Inggris Raya.
Sementara Dr. Faissal Hameed banyak mengupas bagaimana pandangan dunia barat terhadap Islam, termasuk pengaruh Islam India dan Pakistan yang banyak mewarnai percaturan dunia Islam di Inggris Raya. “Saat ini masih sulit melepaskan stigma Islam identik dengan Islam di Middle Eastyang tengah menghadapi banyak konflik.”katanya. Pada sesi tanya jawab ada tiga pertanyaan yang dikemukakan, yakni bagaimana mengajar mahasiswa di Moslem College untuk berpikir kritis, kesempatan untuk menulis jurnal internasional yang mereka terbitkan, serta apakah mereka sudah banyak mengetahui literatur Islam Indonesia.
Dr. Faissal menjawab bahwa mengajarkan berpikir kritis bukan mengritik emikiran tetapi memberi kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan perspektifnya secara luas dan terbuka. “Seperti saat saya mengajar sejarah islam, saya tidak hanya meminta mereka menghapalkan tahun-tahun atau kejadian penting tetapi juga mengajak mereka berpikir bagaimana dan mengapa sebuah peristiwa di masa lalu terjadi.” Ungkapnya. Ia menyatakan bahawa pihaknya akan mulai menerima tulisan dari sarjana di luar Inggris Raya, termasuk Unisma untuk diterbitkan dalam jurnal tentang Islam yang akan diterbitkan, termasuk meenerima tulisan dari dosen Unisma. “Kita sudah menandatangani MOU tadi, maka akan lebih mudah mengimplementasikannya.” Sementara mengenai literatus Islam Indonesia, pihaknya mengakui memang masih sedikit sekali mempelajarinya litarutur tentang Islam di Indonesia. “Saya paham Islam di asia Tenggara relative lebih quite (tenang) daripada di Asia Selatan apalagi Timur Tengah. Ini tentu menjadi literature yang harus say abaca dan pelajari lebih intens untuk bisa memberikan perspektif tentang Islam yang lebih utuh.” Pungkasnya. (AA)




