Universitas
Islam Malang

OSHIKA MABA UNISMA 2015: UNISMA DARI NU UNTUK DUNIA

Malang. Senin, 14 September 2015. Pelaksanaan Oshika Maba (Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) di Kampus Universitas Islam Malang (Unisma) setiap tahunnya terselenggara semakin baik. Konsep Oshika Maba tahun ini adalah bebas dari perpeloncoan. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, pendaftar di Unisma mencapai 7000 lebih, namun Unisma hanya menerima sekitar 3200 mahasiswa saja. Dalam sambutannya kepada mahasiswa baru, Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan bahwa Unisma adalah KAMPUS MULTIKULTURAL. “Kampus yang menerima mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air dengan latar belakang budaya yang berbeda, berikut mahasiswa asing. Kampus yang selalu toleran terhadap perbedaan dan mengusung Islam yang Ahlussunnah al Jama’ah. Islam yang ramah.”

Prosesi penyambutan mahasiswa baru dimulai pukul 06.00 yang diiringi dengan atraksi paramotor handal yang membawa dua spanduk yakni,“OSHIKA MABA UNISMA 2015” dan “UNISMA DARI NU UNTUK DUNIA”. Para mahasiswa antusias menyaksikan atraksi yang berlangsung sekitar 20 menit dan melayang-layang di atas kampus Unisma tersebut.

Rangkaian Kegiatan Mahasiswa baru pada Oshika Maba 2015 ini terdiri dari dua bidang yakni Halaqoh Diniyah, serta Student DayStudent Day dilaksanakan setiap hari Rabudan Sabtu  selama sembilan minggu. bulan kegiatan. Pembukaan Oshika Maba Unisma 2015 ditandai dengan  pemakaian topi mahasiswa baru oleh Rektor Unisma yang kemudian secara simbolis dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru.

Wakil Rektor 3 Unisma, Dr. H. Badat Muwakhid, MP menegaskan bahwa hampir 34 provinsi di Indonesia terwakili di Unisma. “Hanya satu provinsi yang belum ada mahasiswanya di Unisma, yakni provinsi Teluk Cenderawasih. Ini sangat luar biasa bagi Unisma karena menerima kepercayaan bergitu besar dari masyarakat Indonesia,”

Salah satu mahasiswa baru adalah Bustami Faizar, asal Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ia mengatakan masuk Unisma karena memperoleh sosialisasi tentang Unisma dari Kepala Sekolahnya. Menurut Bustami, Unisma yang terletak di kota Malang juga menjadi pilihannya karena Malang terkenal sebagai kota pendidikan.

Dalam pengarahan untuk mahasiswa baru, Wakil Rektor (Warek) 1, H. Junaidi Mistar, M.Pd, Ph.D menyatakan bahwa mahasiswa baru tidak perlu khawatir akan adanya perpeloncoan yang mengarah pada kekerasan. “Kakak-kakak pendamping hadir untuk Anda selama pelaksanaan Oshika Maba 2015.  Mereka akan membantu membimbing Anda dan dipastikan tidak ada instruksi untuk melakukan kekerasan sekecil apapun. Anda semua adalah asset Unisma. Kesuksesan Anda adalah kesuksesan kami,” tutup Warek 1 saat menutup kegiatan Oshika pada hari pertama.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn