
MALANG – Nilai siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia cenderung rendah, sementara mapel lainnya terutama Bahasa Inggris justru tinggi. Fenomena yang sudah jamak di sekolah ini mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk Program Pascasarjana (PPS) Prodi Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang (UNISMA).
Ketua prodi Bahasa Indonesia DR. H.Mochtar Data, M.Pd mengatakan, permasalahan tersebut banyak terjadi karena kualitas pendidik di sekolah yang bersangkutan tidak cukup.
Bisa jadi jatuhnya nilai karena kompentensi performansi guru itu masih kurang dan itu lah yang menjadi perhatian dan tantangan bagi kita. ujar Mochtar.
Untuk itu salah satu program (PPS) Prodi Bahasa Indonesia yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah seminar serumpun dan seminar internasional. Seminar serumpun menurut Mochtar, persiapannya sudah mencapai 60 persen. Belum lama ini, PPS prodi bahasa Indonesia sudah mengunjungi Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Untuk studi banding, termasuk dalam agenda kunjungan adalah pembicaraan mengenai seminar serumpu.
“Mereka siap untuk menjadi penyanyi. Kami juga menjajaki brunei Darussalam, Thailand dan Singapura. kami optimis awal 2015 ini seminar serumpa. Dalam kurun waktu selanjutnya seminar internasional dapat di selenggarakan“ Ungkap Mochtar .
Materi utama seminar serumpun, menurut Mochtar adalah linguistic, sastra dan pembelajaran. Dalam bidang linguistic pembahasan diorentasikan pada bahasa murni, dalam bidang sastra diorientasikan pada sastra murni, sedangkan dalam bidang pembelajaran, berorientasi pada keduanya.
Tindak lanjutnya, menurut Mochtar, ialah program pertukaran mahasiswa. Dalam arti, mahasiswa mendapat kesempatan untuk belajar di Universitas mitra, sebagai tamu, bukan sebagaii mahasiswa. Sedangkan seminar Internasional, lanjut Mochtar, bertema internasional seminar On Global Trends In Research and Languange and Literature dengan penyajian praktis dan akademisi Internasional di bidang kebahasaan.
Rencana seminar saat ini PPS Prodi Bahasa Indonesia UNISMA juga sedang mengembangkan Bahasa Indonesia Untuk penutur Asing (BIPA).
“Untuk ini kita menerjunkan dosen untuk memberi pembinaan terutama di instansi yang bersentuhan dengan pelayanan public. Misalnya pemkot. Tujuannya agar mereka dapat memberi pelayanan dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar’




