Malang. Untuk meningkatkan daya saing memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar acara refleksi akhir tahun yang melibatkan dosen, karyawan, dan beberapa perwakilan mahasisiwa, Rabu (30/12/15). Acara refleksi Akhir Tahun ini dibuka dengan istighosah yang menggemakan di setiap dinding Gedung Rusunawa 2. Refleksi akhir tahun ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma yakni Prof. Dr. KH.Tolhah Hasan. Selain itu, hadir juga Prof. Dr. Imam Suproyogo, dan Prof. Dr. H. Sodiki. Sekitar 300 dosen, karyawan, serta perwakilan mahasiswa hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan bahwa acara refleksi ini digelar dalam rangka membangun Unisma lebih baik dan bermartabat kedepannya “Saya yakin Unisma akan lebih baik ke depannya, dengan jati diri dan laku spiritual yang konsisten, plus memompa kedisiplinan diri.” Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para civitas akademika Unisma mulai dari dewan pembina hingga petugas kebersihan atas kerjasamanya dalam membangun Unisma sepanjang tahun 2015
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak. Unisma bisa besar seperti sekarang karena kerja ikhlas dan kebersamaan semua civitas akademika Unisma. Rencananya Unisma akan membangun kampus 2 dengan lahan sekitar 70 hektar. Maka dari itu mohon doanya dari bapak dan ibu sekalian.” Tutur Rektor Unisma.
Sementara itu Wakil Rektor III Unisma, Dr. H. Badat Muwakhid, MP yang sekaligus memimpin acara refleksi tersebut mengatakan bahwa Unisma sudah banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun.
“Saat ini di Unisma sudah ada dua Program Studi yang terakreditasi A. 8 program studi yang terakreditasi C dan sisanya terakreditasi B. Ke depannya kita berharap akreditasi kita bisa terus meningkat”. Sebutnya. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa Unisma akan terus meningkatkan kinerja dosen pengajar sehingga dapat mencetak sarjana-sarjana yang dapat berdaya saing kuat di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Acara ini sendiri juga diisi dengan penyampaian refleksi selama tujuh menit yang di sampaikan oleh perwakilan karyawan, dosen, dan Dekan. “Saya lihat Unisma ini terus mengalami kemajuan. Di kampung-kampung saya juga sudah banyak yang menjadi alumni Unisma. Kalau saya boleh usul pak Rektor, apabila ada acara di kampung saya misalnya, Unisma bisa ikut menyumbang, entah itu Banjari atau spanduk acara. Sehingga Unisma semakin dikenal di masyarakat”. Tutur Badi, Salah satu karyawan Unisma.
Sementara itu, ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma, Prof. Dr. KH. Tolhah Hasan dalam mengatakan bahwa Unisma telah melewati beberapa fase dalam perjalanannya. Dimulai dari fase bertahan, bersaing dan berkembang
“Dulu modal awal dalam membangun Unisma cuma dua. Pertama, Idealisme yang luhur dan kedua semangat juang yang tinggi”. Tutur beliau.
Beliau berharap agar Unisma bisa terus berkembang ke depannya
“Jangan puas sampai disini. Perjalanan Unisma masih panjang. Hal terpenting untuk membuat Unisma semakin maju ke depannya adalah dengan cara membangun human investation.” Tutup beliau. (fh/afh)




