
Malang. 20/08/16 Universitas Islam Malang (Unisma) kian aktif menunjukkan eksistensinya. Kali ini Unisma menggelar Sarasehan yang bertemakan Peningkatan Kapasitas LPTNU dalam Menunjang Pengembangan Sumberdaya Manusia di Indonesia dengan narasumber Ketua Dewan Pembina Unisma, Prof. Dr. K.H. M. Tholchah Hasan serta Sekjen Dikti, Prof. Ainun Naim, Ph.D. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Usman Bin Affan lantai 7 ini dihadiri oleh sejumlah Rektor dari Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), jajaran yayasan, rektorat, dekan serta dosen Unisma.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta mengembangkan perguruan tinggi yang menjadi kekuatan besar Nahdlatul Ulama. “Kami mengangkat tema Peningkatan Kapasitas LPTNU, karena kami yakin di dalamnya ada sumberdaya yang hebat.”tuturnya. Ia juga menambahkan Unisma bisa menjadi sebesar ini juga karena perjuangan para pendiri serta rektor-rektor pada periode yang sebelumnya. “Saya melanjutkan perjuangan rektor terdahulu dan kini Unisma sudah mulai maju, Unisma sudah punya 13 profesor.”jelasnya. Setiap hari ia selalu mendengungkan kepada seluruh civitas akademika untuk selalu membawa agenda perubahan. “Mulai dari bawah sampai pimpinan selalu membawa agenda perubahan yang jelas dan menghasilkan sesuatu, itu merupakan upaya kami.” Ungkapnya.
Dalam kesempatan ini narasumber pertama yaitu Prof. Dr. K.H. M. Tholchah Hasan menyampaikan bahwa banyak perguruan tinggi yang memiliki perbedaan sangat mencolok. “Mengembangkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidak selalu identik dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kalau dibandingkan jelas berbeda, kita tidak mendapat anggaran dari pemerintah sehingga perlu usaha yang masimal.”tuturnya. Perjalanan Unisma sangat panjang mulai dari tahap bertahan sampai dengan tahap bersaing. “Dulu masih belum begitu memiliki kepercayaan dari masyarakat, kini alhamdulillah sudah mendapat kepercayaan masyarakat.”tuturnya
Sementara itu Sekjen Dikti, Prof Ainun Naim, Ph.D mengatakan bahwa Perguruan Tinggi bisa bertahan dikarenakan adanya sistem kelola yang baik. “Negara kita masih banyak hal yang harus diselesaikan, implisit dari masalah pendidikan jangan dianggap masalah tapi anggaplah sebagai acuan untuk berkembang.” Tuturnya. Ia menambahkan bahwa saat ini saat ini kebutuhan masyarakat terhadap lulusan juga berubah. “Kita harus tanggap perubahan, kaalu tidak kita tidak akan mampu bertahan.”tutupnya.(nin)




