Universitas
Islam Malang

Surahmat : Jangan Bangga Bergelar S2

MALANG – Rektor  Universitas Islam  (UNISMA) Malang Prof.Dr. Surahmat M.Si menargetkan seluruh dosennya bergelar Doktor. Kalau pemerintah mewajibkan dosen minimal bergelar S2, Unisma menargetkan minimal S3.

“Sekolah-sekolah saja sekarang sudah banyak yang punya guru S2, Unisma seharusnya punya dosen minimal bergelar S3, “Ungkap Surahmat saat memberi sambutan dalam acara Halalbihal Unisma Malang.

Menurutnya dosen tidak boleh bangga hanya dengan gelar S2. Apalagi dengan dosen-dosen mudah yang masih memiliki peluang besar untuk studi lanjut. Ada banyak beasiswa yang bisa di manfaatkan, termasuk beasiswa presiden RI untuk studi S2 dan S3. Kalau tidak, kata Surahmat, juga bisa memanfaatkan dana sertifikasi dosen.

“Momen lebaran ini marih kita semua semangat untuk studi lanjut S2 dan S3,” Tegasnya.

Guru besar Matematika ini juga mengingatkan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen. Pendidikan, pengajaran dan penelitian harus diutamakan.

“Mari tingkatkan kesejahteraan  kita dari diri sendiri,”pesanya.

Surahmat sendiri tahun ini berhasis mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang penelitian. Karena tiga artikel ilmiahnya diterbitkan dijurnal internasional di Eropa.

“Disela kesibukan menjadi Rektor saya tetap menyempatkan menulis, karena tugas seorang professor itu harus mengembangkan keilmuannya,”kata dia.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma Malang Prof.Dr.KH Mohamad Tholhah Hasan dalam tausyiahnya  mengingatkan selain pentingnya ijazah dimiliki oleh dosen, kreativitas juga perlu dibangun. Sebab untuk membangun Unisma untuk menjadi kampus besar butuh ide segar dan kreatifitas terus menerus.

“Kalau tidak ada atau minim kreativitasnya maka tidak aka nada peningkatan kinerja, modal ijazah saja sudah cukup,”tegasnya.

Menurut Unisma pinter menggaet hati masyarakat dengan cara terus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Acara Halalbihal yang di gelar di Rusunawa kemarin juga dihadiri Ketua Umum Yayasan Unisma Prof.Dr.H Ahmad Shodiki dan sejumlah tokoh lainnya.

Silahturahmi  ditutup dengan santap siang bersama dengan menu khas lebaran ketupat.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn