
Malang. Kamis, 3 November 2016, Universitas Islam Malang (Unisma) menghelat acara kuliah kesusastraan bandingan XIX. Kuliah tersebut dilaksanakan dengan kerjasamaantara Badan Pengembangandan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikandan Kebudayaanserta Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera).Mastera merupakan bentuk kerjasama kesusastraan antara Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darussalam. Mastera didirikan oleh tiga Negara tersebut pada 1996 dan bertujuan memajukan kegiatan sastra antar negara, khususnya tiga Negara pendiri.
Perhelatan kuliah kesusastraan bandingan XIX Mastera yang dilaksanakan gedung Utsman Bin Affan antai 7, Unisma kali ini mengambil tajuk “Teori Pengaidahan Melayu dalam Arus Lambakan Teori-teori Barat”. Pembicara utama pada kuliah kesusastraan bandingan XIX adalah Dato’Dr. Haji Hashim Bin Awang, pakar sastra bandingan Malaysia. Sementara dua pemateri pembanding adalah Dr. M. Misbahul Amri, dosen dan pakar sastra bandingan Universitas Negeri Malang (UM) dan Dr. Ganjar Hari mansyah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sekaligus wakil Mastera Indonesia.
Kuliah kesusastraan bandingan XIX adalah salah satu kegiatan Mastera yang dilaksanakan tiap tahun. Kegiatan Mastera lainnya adalah sidang Mastera, musyawarah sekretariat, pertemuan Mastera di Negara masing-masing dan seminar antar bangsa kesusastraan Asia Tenggara. Mastera juga memberikan Anugrah Sastra Mastera yang diberikan oleh Mastera Brunai Darussalam, Penghargaan Sastrawan Muda Mastera yang diberikan oleh Mastera Indonesia, dan Hadiah Sastra Mastera yang diberikan oleh Mastera Malaysia.
Wakil Rektor I (Warek I) Bidang Akademik dan Kerjasama Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, PhD tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya Karena kampusnya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Mastera kali ini. “Sebuah kehormatan besa rbagi kami diberikepercayaan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasadan Majelis Sastra Asia Tenggara sebagai tuan rumah kuliah kesastraan bandingan ke XIX” tegasnya. Kegiatan berskala internasional tersebut menurut Prof. Jun, demikian sapaan akrab Warek I Unisma, adala h ajang bergengsi untuk mendiskusikan perbagai isu mutakhir kesusastraan di wilayah Asia Tenggara.
Kuliah Kesusastraan Bandingan XIX ini dihadiri 200 peserta yang dating dari berbagai penjuru tanah air, mulai ari Padang hingga Ambon. Peserta kegiatan adalah dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, pegiat sastra, budayawan, guru-guru bahasa Indonesia se JawaTimur, serta mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Somalia, dan beberapa Negara mancanegara lainnya. Acara yang berlangsung hingga sore hari itu dibuka oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.




