Universitas
Islam Malang

UNISMA PERTIMBANGKAN GABUNG KONSORSIUM PJJ

Malang. 18/07/16 Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar Focus Group discussion. Setelah kemarin (16/07/16) menggelar Focus Group Discussion dengan DPD RI, kini Unisma berdiskusi dengan sejumlah Rektor dari lembaga Perguruan Tinggi  Nahdlatul Ulama (LPTNU). Diskusi ini membahas mengenai pembentukan konsorsium pendidikan jarak jauh (PJJ) pada Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU)

Sekretaris LPTNU, M. Fathoni, M.Pd menyatakan bahwa tidak semua LPTNU yang hadir dikarenakan syarat penyelenggaraan PJJ berat. “ Prodi harus memiliki akreditasi B, sehingga diskusinya nanti lebih homogen dibandingkan dengan mengumpulkan semua PTNU yang akreditasinya heterogen.” terangnya.

Oleh karena itu, menurutnya perlu dilakukan FGD terlebih dahulu agar masalah-masalah yang ada segera terpecahkan. Ia juga menginformasikan kepada peserta diskusi bahwa ada pembukaan perizinan PJJ dari Kemerinstek Dikti mulai Juni-Juli 2016. Menurutnya, yang boleh diizinkan dibuka PJJ hanya S1dan tahun depan baru S2.

“Persyaratan PJJ sangat ketat. Tidak seperti kelas jauh,” katanya. Ia menambahkan bahwa meski PJJ, nanti tetap harus memiliki mitra sebagai tempat tutorialnya untuk tatap muka. “Dosen PJJ, juga harus sendiri. Tidak bisa gabung dengan dosen reguler.” Tuturnya.

Wakil Rektor I Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D menyatakan bahwa perlu membicarakan dengan yayasan Unisma terkait apakah Unisma akan masuk ke konsorsium PJJ LPTNU atau tidak karena semua ini tidak bisa diputuskan sendiri oleh Universitas. “Jika bergabung ke konsorsium, dosen PJJ itu khusus, jika Unisma membuka dua prodi, maka perlu dosen PJJ.” tuturnya. (nin)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn