Universitas
Islam Malang

UNISMA TERAPKAN ONE GATE SYSTEM

MALANG – Menyongsong era globalisasi, Universitas Islam Malang (Unisma) tidak ingin ketinggalan. Berbagai penyempurnaan dilakukan, baik dalam segi fisik maupun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memberikan pelayanan pendidikan kepada mahasiswa.

Di berbagai aspek, system lama yang sudah using, diganti dengan system baru yang mendukung kemajuan kampus untuk lebih progresif. Salah satunya, ialah dengan system manajemen ‘One Gate One System’ yang sudah diterapkan sejak tahun ini.

“System yang dulu terpecah-pecah, saat ini sudah berada pada satu pintu. Hal ini juga menandakan bahwa suara kami semakin menyatu. Mulai dari yayasan, rektorat, dekanat, dan seluruh pimpinan, berada dalam satu suara,” tutur Pembantu Rektor II Unisma, Prof Dr Ir H Agus Sugiant, ST, MP.

“Selain One Gate One System yang sudah diterapkan, lanjut Agus, system pelayanan administrasi Unisma, juga akan segera disempurnakan dengan system digital. Berbagai keperluan administrative seperti pembayaran dosen dan administrasi lainnya, akan semakin mudah dan cepat karena seluruh data akan dipusatkan di pangkalan datanya,” ujar Agus.

Termasuk dalam pengembangan SDM pula, yaitu rekrutmen dosen dan karyawan yang semakin tertata. Saat ini, terang Agus, penerimaan dosen dan karyawan Unisma akan semakin ketat dengan tes yang berlapis-lapis. Hal ini dilakukan agar kampus tidak terkecoh dalam menyaring pengajar yang akan mendampingi mahasiswa.

Seluruh SDM, ujar Agus, ditata sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan diinginkan kampus. Agus menegaskan, mereka harus benar-benar sesuai dengan criteria yang ditetapkan baik secara akademik yang harus linear, maupun etika, untuk mewujudkan visi dan misi Unisma sebagai kampus yang berhaluan Ahlussunnah wal jamaah (aswaja).

“Rekrutmen dosen dan karyawan, harus sesuai dengan formasi kebutuhan dan criteria yang kami patok. Jika ditemukan ada pendaftar yang tidak salat, jelas tidak akan kami pertimbangkan, apapun keahliannya. Harus berdedikasi dan berjiwa aswaja, karena kita tidak ingin mencederai Unisma dan Islam sendiri,” tegasnya.

Selain pengembangan SDM dan manajemen kampus, Agus juga memaparkan tentang penataan fisik bangunan Unisma. Ia menuturkan, setelah perampungan gedung tujuh lantai yang digunakan untuk perkantoran dan pemenuhan ruang belajar mahasiswa, Unisma akan melanjutkan dengan pembangunan twin building (gedung kembar).

Penyempurnaan fisik tersebut akan dimulai pada awal tahun 2015 setelah perampungan gedung sebelumnya, di akhir 2014. Tak hanya itu, Agus juga membocorkan rencana pimpinan untuk mewujudkan pengembangan kampus di luar daerah. “Ini sudah mulai digodog oleh pimpinan, mengingat perkembangan Unisma yang pesat di Kota Malang, dan menjawab permintaan masyarakat di luar kota,” tandasnya. (Malang-post)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn