
Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang terus melesat menuju panggung dunia. Momentum bersejarah ini ditandai dengan pengukuhan tiga Guru Besar baru yang digelar dalam prosesi khidmat pada Sabtu (9/5/2026). Kehadiran para profesor baru ini menjadi energi segar sekaligus amunisi strategis bagi Kampus Hijau dalam mewujudkan visi besarnya sebagai World Class University.
Ketiga cendekiawan yang resmi menyandang gelar tertinggi akademik tersebut membawa kepakaran yang sangat strategis bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. yang mendalami bidang Fisiologi Tumbuhan di Fakultas Pertanian; Prof. Dr. Apt Yudi Purnomo, M.Kes. dengan keahlian Biomedik Farmasi di Fakultas Kedokteran; serta Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P. yang berfokus pada Pengembangan Masyarakat Agribisnis di Fakultas Pertanian.
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian ini. Dengan bertambahnya tiga profesor baru, kini Unisma secara keseluruhan memiliki 34 Guru Besar, di mana 27 di antaranya merupakan dosen organik yang meniti karier akademiknya dari awal di rahim Unisma. Menurut Prof. Junaidi, pencapaian ini bukan sekadar puncak prestasi pribadi seorang dosen, melainkan sebuah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas dan peradaban dunia.
Kehadiran para pakar ini juga diharapkan mampu mendongkrak reputasi riset dan publikasi internasional Unisma di kancah global. Langkah ini sejalan dengan berbagai ekspansi internasional yang sedang gencar dilakukan oleh pihak universitas. Saat ini, Unisma telah menjalankan program Joint Degree (skema 2+2 dan 3+1) bersama Sinchon University yang membuka peluang kerja di Taiwan bagi para lulusannya. Selain itu, dua mahasiswa Fakultas Peternakan juga telah didelegasikan ke Kaohsiung Medical University sebagai tenaga ahli laboratorium melalui beasiswa Taiwan Experiential Education Program (TEEP). Tidak berhenti di Asia, Unisma bahkan baru saja menjalin kemitraan dengan Madonna University di Nigeria untuk mendampingi pengembangan teknologi pasca-panen komoditas singkong di negara tersebut.
Menatap masa depan, Unisma telah menyiapkan peta jalan akademis yang ambisius hingga tahun 2027. Pihak rektorat menargetkan kepemilikan jumlah Guru Besar minimal mencapai 10 persen dari total 370 dosen yang ada saat ini. Untuk mengejar target 37 Guru Besar tersebut, program pendampingan khusus bagi para dosen yang sedang menempuh studi doktoral terus dioptimalkan.
Rektor berharap, iklim akademis ini dapat memicu lahirnya profesor-profesor baru lintas disiplin ilmu di setiap fakultas setiap tahunnya. Dengan penguatan SDM yang masif ini, Unisma optimis dapat terus meningkatkan daya saing lulusannya sekaligus memperkokoh reputasi kampus di mata dunia.




