Istighosah dan Doa Keselamatan untuk Bangsa Indonesia

Universitas Islam Malang bersama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan NU Channel mengajak umat Islam Indonesia dan Dunia dalam menggelar peringatan Malam 1 Muharram 1443 H. Kegiatan ini bertajuk Unisma bersama Masyayikh Mengetuk Pintu Langit Istighosah Dan Doa Tolak Bala’ untuk Keselamatan Bangsa’. Digelar secara daring dan luring, pada Senin (9/8) malam.

Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengatakan 1 Muharram sebagai momentum mengajak seluruh elemen masyarakat berdoa kepada Allah. Karena di Bulan Muharram banyak terjadi peristiwa penting mulai zaman para nabi terdahulu.

Karenanya, di kesempatan ini Unisma mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berdoa bersama secara virtual. Mulai dari Presiden RI, Ketua PBNU, para kiai khos dan ulama di tanah air. Dengan tujuan untuk menolak balak dan wabah yang melanda dunia hingga saat ini.  “Kami yakin dengan mengetuk pintu langit, mohon kepada Allah dengan pembacaan istighosah, dapat diberi pertolongan atas berbagai ujian. Semoga wabah covid-19 yang meluas hingga saat ini data segera diangkat oleh Allah,” harapnya.

Pembacaan istighosah dipimpin langsung oleh KH. Marzuki Mustamar, selaku Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur, diikuti oleh seluruh tanfidziyah Malang Raya. Selanjutnya doa dipanjatkan dengan dipimpin oleh sembilan Kiai Khos Tanah Air, secara bergantian. Sedangkan mauidhoh hasanah disampaikan oleh  KH. A. Muwafiq dari Yogyakarta.

Rektor Unisma juga menjelaskan, muharram juga menjadi satu momentum untuk introspeksi diri. Ujian besar berupa wabah covid-19 yang melanda selama ini menuntut manusia untuk bersabar. Ia yakin di balik musibah pasti ada hikmah. “Maka kita diminta untuk belajar untuk mengambil pelajaran atau hikmah dengan peristiwa ini. Seiring dengan ujian ini, kita harus mampu

Kegiatan ini juga mendapat sambutan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Turut hadir secara virtual Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Syuriah PBNU, TGH. L.M. Turmudzi Badruddin, Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Anwar Mansur, Syuriyah PWNU Jatim KH. Ali Masyhuri, Syuriyah PWNU Jatim, KH. Hasan Mutawakkil Alalah, Rois Awal Idaroh Aliyah Jatman Syeh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka, Mustasyar PWNU Jateng dan Mundir Aam Jatman Habib Umar Muthohar, dan A’wan PWNU Jateng KH. Yusuf Khudori.