
Pada baiat dokter muslim periode IX kali ini, Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil meluluskan 27 dokter muslim dan Sembilan dokter muda yang diambil sumpahnya. Baiat dilakukan di Hotel Haris, Malang, 18 Oktober 2014 lalu.
Para dokter muslim ini, merupakan first taker pada ujian yang diadakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) yang merupakan panitia uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter. Ujian ini merupakan exit exam dan entry exam kolegium dokter primer Indonesia.
Katua Pembina Yayasan Unisma Prof. Dr. KH. Tholhah Hasan kepada peserta baiat berpesan, semua lulusan Unisma khususnya dokter muslim untuk selalu berusaha menjadi manusia unggul pada era keterbukaan dan pasar bebas ini.
Menurutnya, untuk mencetak manusia unggul dilakukan dengan berbagai cara, yakni mengadopsi model kehidupan pesantren. Sejak 2012 – 2013 FK Unisma mewajibkan setiap mahasiswa baru selama satu tahun mengikuti pendidikan di Pesantren Ar-Razi. Alasannya, kata dia, dipilihnya model pesantren dalam melahirkan manusia unggul, dikarenakan melalui model kehidupan pesantren akan lahir sikap – sikap religius (Taat menjalankan ibadah), Sikap Etis (Menjaga sopan santun), Sikap Populis (Dekat dengan rakyat), Sikap Egaliter (Kesederajatan / kesetaraan), Sikap Humanis (Rasa kemanusiaan).
“Tidak hanya dari sisi intelektual, melainkan agar juga lahir manusia yang agamis,” ujarnya.
Bila kelima sikap tersebut sudah tertanam di hati mahasiswa, maka itulah yang dikatakan manusia berkarakter unggul. Ke depan Indonesia membutuhkan banyak generasi berkarakter unggul, cerdas, kreatif, dan mempunyai daya saing untuk mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat.
Tantangan masa depan makin kompleks dan sulit, akan tetapi dengan bekal ilmu dan kekuatan karakter unggul yang ditanamkan sejak masuk di FK Unisma, lulusannya tidak akan pernah mengeluh ataupun lari dari tantangan. Menjadikan tantangan itu sebagai peluang agar lebih maju, lebih kuat, dan mantap meraih sukses dalam pengabdiannya untuk bangsa Indonesia. (Kaltim Post)




