Universitas
Islam Malang

Dra Tintrim Rahayu M.Si : FMIPA UNISMA BANGUN KEBUN ALQURAN

FMIPA UNISMA Kembangkan 40 Jenis Pisang

MALANG – Tanaman-tanaman yang disebut dalam Alquran memberi inspirasi Fakultas MIPA Universitas Islam Malang (Unisma) untuk mengembangkan ‘Kebun Alquran’. Saat ini, pembibitan tanaman tersebut tengah dilakukan dengan teknik kultur jaringan.

Hal ini diungkapkan oleh Dekan FMIPA Unisma, Dra Tintrim Rahayu Msi kepada Malang Post ditemui Senin (26/5) lalu.

Menurut Tintrim, beberapa jenis buah-buahan sudah mulai dikembangkan dalam bentuk penelitian dan diantaranya sudah berbentuk bibit tanaman. Seperti Zaitun, Tin, Alfaafa, dan pisang. Khusus buah pisang, ada sekitar 40 jenis yang sudah dikembangkan. Seperti Pisang SOnggolangit dan Musa Zebrina yang sudah mulai dikembangkan.

“Dalam Alquran ada tanaman yang disebutkan secara eksplisit , seperti anggur, tin, zaitun, kurma, dan alfaafa. Tapi ada juga yang hanya disebut secara implicit seperti biji-bijian. Yang dimaksud adalah gandum, kedelai dan sebagainya. Semua sedang kami kembangkan,” ujar Tintrim.

Awalnya, lanjut wanita berjilbab ini, ada pesimisme bahwa tanaman tersebut tidak dapat tumbuh di iklim tropis. Tapi, dengan teknik kultur jaringan, saat ini FMIPA Unisma sudah membuktikan bahwa Zaitun, Alfaafa dan Tin yang tidak umum di Indonesia, dapat tumbuh dengan subur.

Tahapan demi tahapan udidaya tanaman dengan teknik ini berjalan dengan baik, mulai dari tahap pembuatan media, inisiasi atau pengembalian eksplan, sterilisasi, multiplikasi, pengakaran hingga aklimatisasi tanaman. Bahkan, bibit dari beberapa jenis tumbuhan tersebut sudah dijual oleh mahasiswa ke masyarakat agar dikenal  luas di Indonesia.

“Zaitun, tin, alfaafa dan 40 jenis pisang sudah banyak dibeli hingga ke luar pulau. Mahasiswa kami menjualnya melalui media sosial,” ujarnya.

Keempat jenis buah ini, menurut penjelasan Tintrim, sudah banyak diteliti oleh mahasiswa baik dalam bentuk jurnal, skripsi maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL). Teranyar, salah satu mahasiswa FMIPA membudidayakan alfaafa dalam PKL di perkebunan Tjandi Sewu Baru Kota Blitar. Sedangkan untuk kurma, lanjut Tintrim, saat ini masih berada pada tahap perencanaan pembibitan, dan akan segera digarap pada semester ini.

Dalam pengembangan Kebun Alquran tersebut, menurut Tintrim, FMIPA Unisma juga bekerja sama dengan salah satu pengusaha agrobisnis yang memiliki lahan luas. “Dua orang alumni FMIPA Unisma sudah merintis sebuah lahan milik mitra kami tersebut dan nantinya mereka akan mengembangkan di daerah masing-masing,” jelas Tintrim

Dengan pengembangan gagasan ini, Tintrim berharap suatu saat ‘Kebun Alquran’ FMIPA Unisma dapat mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap tanaman-tanaman langka yang memiliki ribuan manfaat tersebut . Sebab, menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaatnya misalnya manfaat alfaafa yang dalam dunia medis klorofilnya banyak dimanfaatkan sebagai obat penyakit berat.

Selain ‘Kebun Alquran’, FMIPA Unisma juga sedang merancang alat pedektesi merkuri sederhana .” Bagi anak-anak , merkuri bisa menyebabkan autisme. Itulah mengapa kita ingin memantenkan alat ini agar bisa dipakai oleh semua lapisan masyarakat, terutama Ibu rumah tangga agar bisa menjaga anaknya, pungkasnya. (ily/oci)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn