Banyak lulusan Program Tinggi (PT) yang belum siap terjun di dunia kerja masyarakat. Peran PT semakin lama semakin mengecil, artinya hasil pendidikan di PT tidak sesuai dengan kebutuhan bangsa dan masyarakat. Hal ini yang melatarbelakangi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma) untuk mempersiapkan generasi emas sejak sekarang.
Demikian di sampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Unisma, Noor Shodiq Askandar, S.E, MM dalam acara Launching Program Generasi Emas di Aula Fakultas Ekonomi , Senin (6/10) kemarin. Fakultas Ekonomi, kata dia, mencoba membuat modal Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya mahasiswa yang siap terjun dan berkompetensi di era sekarang. Apalagi, tahun 2015 bakal terselenggara pasar bebas.
Program generasi emas, sebut dia, ada 150 mahasiswa yang bakal menjadi pilot project. Bentuknya berupa pelatihan berjenjang selama satu tahun. Ada 9 materi yang akan diberikan, meliputi Kepribadian, Tata Keislaman, Public Relation, Protokoler, Kewirausahaan, Jurnalistik, Bahasa Inggris, Leadership, dan Kemasyarakatan. Bagi mahasiswa baru angkatan 2014 / 2015 ada sekitar 50 yang terpilih dengan mengacu pada prestasi yang dimiliki. Angkatan kedua merupakan mahasiswa 2013 / 2014 sebanyak 50 orang, dan bagi mahasiswa lama terlebih dahulu dilakukan seleksi.
”Keislaman kami kerja sama dengan LPITI Unisma, Kewirausahaan bekerjasama dengan alumni-alumni Fakultas Ekonomi yang bergelut di bidang usaha, Protokoler akan mendatangkan ahli protokoler, dan leadership akan banyak tokoh yang datang ke Unisma untuk memotivasi mahasiswa generasi emas ini,” terangnya kepada Malang Post.
Sembilan kriteria itu, kata dia, merupakan standar minimal untuk melengkapi mahasiswa saat terjun kemasyarakat. Teknisnya, setiap minggunya mereka akan mengikuti materi-materi yang telah diprogramkan. Sehingga akhir tahun nanti, mereka akan diterjunkan langsung ke masyarakat menginap setiap Sabtu dan Minggu, terutama daerah-daerah yang ada aktivitas petani industri.
Selain itu, dengan program ini akan menjadi spirit Kewirausahaan dan dapat merangsang para mahasiswa untuk berwirausaha dan tidak tergantung pada dunia kerja, alias bisa sendiri. “Sebetulnya banyak mahasiswa kami yang memiliki impian untuk jadi pengusaha dan wirausahaan. Tapi tidak ada wadah yang menempangnya untuk mencapai itu, makanya kami buat program ini, ”paparnya. Sembari menyebut untuk awal para generasi emas ini langsung mendapat motivasi dan pengetahuan dari Hendro Pradono seorang pengusaha sukses dan artis, dan Dhiaur Rachman alumni Fakultas Ekonomi yang sukses usaha dibidang IT.
Bagaimana dengan mahasiswa yang akan lulus apa akan mendapatkan program tersebut, Shodiq menjelaskan, jika mahasiswa yang akan lulus telah mendapat program etika pengembangan dan kesiapan memasuki dunia kerja selama satu bulan di Fakultas. “Mahasiswa akhir juga sudah ada program khusus, ini kami optimalkan bagi mahasiswa baru sehingga dapat siap menyongsong generasi emas kedepan. Minimal dari hal kecil ini dilakukan semua fakultas di Unisma, ”jelas mantan Humas Unisma itu.
Sementara itu, Pembantu Rektor III Unisma, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si, mengaku salut dan apresiasi atas program yang dipelopori oleh Fakultas Ekonomi. Ini merupakan program pertama dilingkungan perguruan tinggi, tidak hanya di Unisma bisa jadi program ini satu-satunya di Indonesia, dalam rangka mempersiapkan lulusan yang berkompeten.
Karena, dari tahun 2005 hingga 2035 merupakan masa produktif atau bonus demografi. Dalam artian kesempatan atau produktif ini apabila dikelola dan disiapkan secara bagus bakal berdampak positif terhadap pengembangan bangsa Indonesia kedepan. “Sebaliknya apabila generasi muda yang produktif ini tidak di kelola secara baik, maka akan menjadi musibah demografi dalam bangsa kita,” tegasnya.
Guru besar Agama Islam Unisma ini menambahkan, persiapan sejak dini yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dalam menyongsong generasi emas di tahun 2035 merupakan langkah yang perlu di tiru dan dilakukan semua Fakultas di Unisma. Sehingga alumni Unisma akan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa di masa yang akan datang.
Lebih lanjut ditambahkan, jika alumni tidak memiliki kompetensi akan tersingkirnya dengan sendirinya dalam persaingan pasar bebas. Penguatan kelembagaan kewirausahaan, kata dia, menjadi satu langkah yang konkrit. “setiap tahun semakin banyak dan bertambah jumlah penduduk dan alumni Unisma harus benar-benar matang dalam bersaing di dunia kerja dan dilingkungan masyarakat,” tandasnya.




